Prabowo Tekankan Polri Harus Jadi Polisi Rakyat, Lahir dari Perjuangan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus senantiasa menjadi polisi rakyat, mengingat sejarah kelahirannya dari perjuangan bangsa. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian fasilitas gizi dan ketahanan p
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai 'polisi rakyat'. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah acara penting yang menggarisbawahi akar sejarah Polri yang lahir dari perjuangan kemerdekaan bangsa. Prabowo menyatakan bahwa Polri, layaknya Tentara Nasional Indonesia (TNI), harus selalu menghayati perannya sebagai representasi dan pelayan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo pada Jumat, 13 Februari, saat meresmikan dan melakukan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 gudang ketahanan pangan Polri. Acara ini berlangsung di Palmerah, Jakarta Barat, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan anggota Polri dan ketahanan pangan nasional.
Presiden Prabowo menegaskan, "Jadi sebagaimana tentara Indonesia lahir dari rakyat dan jadi harus selalu menjadi tentara rakyat, polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat. Itu yang saya selalu anjurkan dan sekarang pimpinan-pimpinan Polri menghayati itu." Penegasan ini menggarisbawahi filosofi mendalam mengenai hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.
Filosofi Polri sebagai Polisi Rakyat
Presiden Prabowo Subianto memiliki pandangan bahwa Polri memiliki karakter dan kepribadian yang khas, berbeda dari kepolisian di negara lain. Keunikan ini berasal dari konteks kelahirannya yang erat kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini membentuk identitas Polri sebagai institusi yang berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan dan kerakyatan.
Filosofi 'polisi rakyat' menuntut setiap anggota Polri untuk tidak melupakan asal-usulnya dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat. Konsep ini menjadi landasan moral dan etika dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, Polri diharapkan dapat terus membangun kepercayaan dan kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat.
Penghayatan terhadap peran, sumpah, dan tanggung jawab sebagai aparat negara sangat penting. Ini akan mendorong TNI dan Polri untuk senantiasa menjaga sikap serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Sikap profesionalisme dan integritas menjadi kunci dalam mewujudkan visi Polri sebagai pelindung dan pengayom rakyat.
Peran Vital TNI-Polri dalam Ketahanan Nasional
Menurut Kepala Negara, keselamatan dan keamanan suatu bangsa sangat ditentukan oleh rasa cinta rakyat terhadap bangsanya. Ketika rakyat memiliki kepercayaan dan kecintaan kepada negara, maka negara akan menjadi kuat. Ini menunjukkan bahwa kekuatan nasional tidak hanya bertumpu pada militer atau kepolisian semata, tetapi juga pada dukungan penuh dari masyarakat.
Dalam konteks ini, aparat keamanan, khususnya TNI dan Polri, dinilai sebagai representasi nyata negara yang pertama kali hadir dan terlihat oleh masyarakat. Peran ini sangat terasa, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang mungkin jarang terjangkau oleh layanan pemerintah lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol kehadiran negara.
Prabowo menegaskan, "Keselamatan suatu bangsa, keamanan suatu bangsa terletak dalam cintanya rakyat terhadap bangsanya. Rakyat cinta kepada bangsa, negara kuat. Dan polisi dan tentara adalah wujud dari suatu bangsa. Yang pertama dilihat oleh rakyat di tempat terpencil, polisi dan tentara." Pernyataan ini menyoroti betapa krusialnya peran TNI dan Polri dalam membangun ikatan emosional antara negara dan warganya.
Apresiasi Presiden atas Pengabdian Aparat Keamanan
Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi TNI dan Polri. Beliau berterima kasih atas peran mereka dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom rakyat. "Saya terima kasih TNI dan Polri, sungguh saya terima kasih. Saya bangga," kata Presiden Prabowo.
Acara peresmian fasilitas gizi dan ketahanan pangan Polri ini turut dihadiri oleh sejumlah menteri dan kepala lembaga penting. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selain itu, hadir pula Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dan kinerja aparat keamanan.
Sumber: AntaraNews