Kudapan, Kopi Hitam dan Mi Godok Jokowi untuk Sahabatnya
Suasana rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo pagi itu benar-benar berbeda.
Sang tuan rumah senyum ramah, ketika dua tamu yang sudah ditunggu akhirnya datang. Mereka bersalaman. Saling maaf-maafan di hari nan fitri.
Dari dalam rumah, aroma mi godok mengusik. Terlihat menu sarapan itu sudah lengkap dengan kuah kaldu ayam. Menggugah selera.
Di atas meja, aneka kue khas lebaran juga tertata. Iya. Suasana rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo pagi itu benar-benar berbeda.
Tamu itu berjalan menuju ruang tamu. Keduanya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji.
Ketiganya berbincang santai. Tidak ada muka masam. Yang ada senyum dan gelak tawa mewarnai pertemuan itu.
"Saya kebetulan tetangga Solo Raya Jadi tidak ada undang mengundang tapi silaturahmi biasa saja sebagai salah satu tokoh nasional," cerita Wihaji kepada Merdeka.com, Rabu (23/7).
Baik Wihaji dan Bahlil memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama mudik ke Sragen, kampung halaman yang menjadi titik temu nostalgia dan tradisi.
"Saya mudik Sragen dan sekaligus 'badan' dengan beliau (Jokowi) dan Pak Bahlil juga pas mudik ke tempat istri beliau yang kebetulan juga orang Sragen," ucapnya.
Bagi Wihaji, Lebaran adalah momen penting untuk menyambung silaturahmi. Mempererat tali yang kendur. Mengikat hubungan baik.
Politikus Golkar ini menganggap kunjungannya ke Jokowi sebagai 'badan' atau istilah yang menyiratkan silaturahmi yang tulus, tanpa embel-embel.
"kalau saya itu hal yang biasa saja dalam kunjungan Lebaran Syawalan dan 'badan' silaturahmi biasa," sambungnya.
45 menit berlalu, tidak terasa Wihaji, Bahlil dan Jokowi larut dalam perbincangan. Topiknya tentang kehidupan keluarga, tanah kelahiran, hingga obrolan ringan seputar anak-anak.
Suasana silaturahmi jauh dari kesan formalitas kenegaraan. Hanya canda tawa, cerita masa kecil yang disajikan dalam suasana santai sambil menikmati semangkuk mi godok.
"Enggak tanya apa-apa kecuali tentang keluarga, tanya anak berapa sekolah di mana itu saja. Cerita cerita keluarga saja," ucapnya.
Bagi Wihaji, momen silaturahmi Lebaran bukan pertemuan strategis. Tapi potret bagaimana tokoh-tokoh nasional bisa menjaga kebersamaan.
"Tokoh tokoh nasional itu pasti udah mengerti bagaimana berbangsa dan bernegara tidak usah di otak atik ataupun di analisisa yang terlalu jauh," ujarnya.
"Saya pernah jadi bupati jadi ya peristiwa Lebaran itu ya peristiwa 'badan' biasa saja . Tidak lebih dari 'badan bulan Syawal," tukas Wihaji.
Kopi Darat
Senada dengan Wihaji, Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi juga sowan ke rumah Jokowi. Sajian kue, teh hangat dan kopi menemani pertemuan itu.
"Kue-kue Lebaran dan juga teh dan kopi," kata Ketua Umum Relawan Pro Jokowi ini.
Baginya, menggelar kopi darat di rumah Jokowi tidak selalu berarti pembicaraan serius. Justru paling berkesan adalah pertemuan santai sekaligus silaturahmi.
"Pertemuan santai dan silaturahmi biasa," tutupnya.
Reuni di Jakarta
Masih dalam suasana Lebaran, Jokowi menggelar pertemuan dengan para mantan menterinya di salah satu rumah makan di Kawasan, Jakarta Pusat, Selasa (22/4).
Hadir di sana Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pariwisata Wishnutama.
Budi datang lebih dulu. Dia mengenakan kemeja putih garis hitam. Kemudian, Teten menggunakan kemeja biru tua dan terakhir Wishnutama dengan batik coklat.
Pertemuan Jokowi dengan para mantan menterinya kurang lebih satu setengah jam. Usai bertemu, Teten mengaku hanya silaturahmi.
"Silaturahmi," kata Teten singkat.
Hal senada juga disampaikan Wishnutama. Dia mengaku hanya ngobrol-ngobrol santai dengan Jokowi.
"Ngobrol-ngobrol, silaturahmi," ucap Wishnutama.