Kompak dan Spontan! Ojol Bersihkan Pos Polisi Surabaya yang Rusak, Warga Ikut Terharu dan Kagum
Pengemudi ojek online (ojol) bersama warga kompak membersihkan pos polisi di Surabaya yang dirusak massa. Aksi spontan ini tunjukkan kepedulian luar biasa.
Sebuah pemandangan mengharukan dan inspiratif tersaji di Surabaya ketika sejumlah pengemudi ojek online (ojol) bersama warga setempat bergotong royong membersihkan pos polisi yang menjadi sasaran perusakan massa. Aksi spontan ini dilakukan setelah insiden perusakan pada Jumat (29/8) dini hari, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap fasilitas umum. Mereka bahu-membahu menyapu, mengepel, hingga membersihkan serpihan kaca yang berserakan di lokasi.
Kegiatan bersih-bersih ini menyasar tiga pos penjagaan polisi yang mengalami kerusakan parah. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Pos Lantas Bundaran A Yani atau Taman Pelangi, Pos Lantas Raya Darmo atau Taman Bungkul, dan Pos Lantas Wonokromo yang berada di sisi timur Kebun Binatang Surabaya (KBS). Inisiatif ini muncul dari hati nurani masyarakat yang merasa prihatin atas kondisi kota mereka.
Salah seorang warga Banyuurip Surabaya, Septinda, mengungkapkan rasa senangnya melihat kekompakan antara para driver ojol dan warga. Ia mengaku kagum dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam membersihkan pos-pos yang sebelumnya dirusak. Aksi ini tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga memulihkan semangat kebersamaan di kota pahlawan.
Solidaritas Ojol dan Warga Surabaya
Kekompakan antara pengemudi ojol dan warga Surabaya dalam membersihkan pos polisi yang rusak menjadi sorotan utama. Septinda, yang kebetulan melintas, terkesan dengan pemandangan tersebut. "Ini tadi pas lewat kok banyak driver ojol ngecat, terus sama teman saya berhenti, sempat merekam sebentar. Mereka terlihat kompak sekali," ujarnya, menggambarkan suasana gotong royong yang penuh semangat.
Aksi bersih-bersih ini tidak direncanakan secara terstruktur, melainkan murni inisiatif spontan dari para pengemudi ojol dan warga. Mereka merasa terpanggil untuk segera memulihkan kondisi fasilitas publik yang rusak akibat ulah oknum peserta aksi unjuk rasa. Semangat kebersamaan ini mencerminkan karakter warga Surabaya yang peduli terhadap lingkungan dan kotanya.
Para relawan ini tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga melakukan pengecatan ulang di beberapa bagian pos yang kotor atau rusak. Mereka membawa peralatan kebersihan sendiri dan bekerja tanpa pamrih. Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian sosial yang patut diapresiasi, menunjukkan bahwa masyarakat bisa bersatu untuk kebaikan bersama.
Kepedulian Fungsional dan Swadaya Biaya
Eko Setiawan, seorang pengemudi ojol yang telah berprofesi selama sembilan tahun, menjelaskan motivasi di balik aksi ini. Ia mengaku sangat miris dengan perusakan fasilitas umum yang terjadi. "Demo boleh, tapi tolong jangan rusak kota ini. Surabaya ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah," tegas Eko, menyuarakan keprihatinan banyak pihak.
Menurut Eko, aksi bahu-membahu untuk membersihkan puing-puing dan serpihan bekas kerusuhan dilakukan secara spontan. Mereka mengumpulkan sampah, menyapu jalanan, serta membersihkan sisa-sisa pembakaran yang mengotori area pos polisi. Setiap pos polisi yang dirusak diisi oleh 10 hingga 20 orang pengemudi ojol yang secara sukarela membantu pembersihan.
Hal menarik lainnya adalah biaya untuk kegiatan pembersihan ini sepenuhnya ditanggung secara swadaya. Eko mengungkapkan bahwa mereka patungan untuk membeli perlengkapan kebersihan dan cat yang dibutuhkan. "Ini tadi kami patungan, swadaya (biaya untuk membersihkan lokasi)," ujarnya, menegaskan kemandirian dan semangat gotong royong yang tinggi dari para pengemudi ojol dan warga.
Pembagian wilayah pembersihan dilakukan secara efektif berdasarkan lokasi pos polisi yang dirusak. Dengan pembagian tugas yang jelas dan semangat kebersamaan, proses pemulihan fasilitas publik ini dapat berjalan dengan cepat dan efisien. Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan tempat tinggal mereka.
Sumber: AntaraNews