Ratusan massa gabungan yang terdiri dari mahasiswa, komunitas ojek online, dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa solidaritas kebangsaan di pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Aksi ini berlangsung pada Sabtu, 30 Agustus, dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, bergerak dari Tugu Polwan hingga Mapolresta di Jalan Sudirman. Unjuk rasa ini menarik perhatian publik karena berhasil menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Kehadiran langsung sejumlah pimpinan daerah, termasuk Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol. Rully Indra Wijayanto, Dandim 0304/Agam, dan Wali Kota, menjadi kunci keberhasilan meredam potensi konflik. Mereka secara proaktif menemui para pengunjuk rasa di halaman Mapolresta. Pendekatan dialogis ini memastikan aspirasi massa tersampaikan dengan baik tanpa adanya insiden yang merugikan.
Kapolresta Bukittinggi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat yang menggelar unjuk rasa dengan tertib dan aman. Beliau menekankan bahwa tidak ada tindakan yang mengganggu kepentingan umum selama aksi berlangsung. Ini menjadi contoh bagaimana sebuah demonstrasi dapat berjalan secara damai dan mencapai tujuannya melalui komunikasi yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Aksi unjuk rasa solidaritas kebangsaan di Bukittinggi ini dimulai dari Tugu Polwan, kemudian bergerak menuju Mapolresta, yang secara otomatis menutup akses lalu lintas dari dan menuju Jam Gadang. Meskipun demikian, situasi tetap terkendali berkat pengamanan yang sigap dari pihak kepolisian dan kesadaran massa untuk menjaga ketertiban.
Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol. Rully Indra Wijayanto, secara langsung mengapresiasi jalannya unjuk rasa yang kondusif. Beliau menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban umum. Situasi yang damai ini menunjukkan kematangan berdemokrasi di Kota Bukittinggi, sebuah kota yang juga dikenal sebagai destinasi wisata.
Unjuk rasa ini juga menjadi momen untuk menyampaikan duka cita mendalam atas korban yang timbul dari aksi serupa di daerah lain. Secara khusus, Kapolresta menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dari kalangan ojek online dalam unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu. Ini menunjukkan empati dan kepedulian dari pihak kepolisian terhadap insiden tersebut.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Bukittinggi menegaskan komitmen Polri untuk bersikap transparan dan menjatuhkan sanksi tegas kepada setiap petugas yang melanggar aturan. Beliau menyatakan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan personel di lapangan, termasuk kekerasan dalam pengawalan aksi demo, akan ditindaklanjuti secara serius. Hal ini menunjukkan keseriusan institusi Polri dalam menjaga integritas dan profesionalisme.
Massa pengunjuk rasa juga menyampaikan beberapa tuntutan utama. Salah satunya adalah permintaan perbaikan di jajaran kepolisian daerah setempat dalam melayani masyarakat. Mereka berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan dan responsifitas dari aparat keamanan terhadap kebutuhan publik.
Seorang orator aksi dari mahasiswa UIN Bukittinggi, Muhammad, menjelaskan bahwa tuntutan mereka berfokus pada solidaritas atas kematian driver ojek online di Jakarta. Selain itu, mereka juga menyoroti sistem operasional pengamanan massa aksi yang perlu diperbaiki. Tuntutan lain yang disampaikan adalah kekecewaan terhadap wakil rakyat yang dianggap hanya mementingkan diri sendiri, mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kinerja legislatif.
Advertisement
Advertisement
Momen penting dalam unjuk rasa damai Bukittinggi ini adalah ketika pimpinan daerah secara langsung menemui massa. Kapolresta, Dandim 0304/Agam, dan Wali Kota Bukittinggi hadir di halaman Mapolresta untuk mendengarkan aspirasi dan tuntutan para pengunjuk rasa. Dialog terbuka ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
Kapolresta menyatakan bahwa semua tuntutan perbaikan institusi telah diterima dan akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Beliau juga menegaskan bahwa oknum petugas yang terbukti menyalahi aturan akan disiapkan sanksi tegas. Pernyataan ini memberikan kepastian kepada massa bahwa aspirasi mereka tidak akan diabaikan.
Sebagai bentuk solidaritas, massa juga menyempatkan diri untuk melakukan shalat ghaib. Shalat ini diperuntukkan bagi seluruh korban yang timbul dari dampak aksi unjuk rasa di beberapa daerah se-Indonesia. Setelah dialog dan penyampaian komitmen dari pimpinan daerah, massa yang terdiri dari mahasiswa, komunitas ojek online, dan elemen masyarakat kemudian membubarkan diri secara tertib pada Sabtu sore. Keberhasilan unjuk rasa ini menjadi contoh nyata bahwa aspirasi dapat tersampaikan secara damai dan efektif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews