Genset Takengon Berhasil Didaratkan BNPB untuk RS, Pasok Listrik di Tengah Bencana Aceh
PLN dan BNPB sukses mendistribusikan Genset Takengon berkapasitas 250 kWh via helikopter untuk rumah sakit. Upaya ini jadi bagian pemulihan listrik pasca-bencana di Aceh.
Sebuah genset listrik mobile berkapasitas 250 kWh berhasil didaratkan di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Proses vital ini dilakukan oleh helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Sabtu, 07 Desember.
Genset tersebut ditujukan khusus untuk rumah sakit di Takengon guna memastikan ketersediaan pasokan listrik esensial. Pengiriman ini menjadi respons cepat terhadap kondisi wilayah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Metode pengangkutan inovatif menggunakan sling rope dari helikopter BNPB memungkinkan genset mencapai lokasi yang sulit diakses. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memulihkan infrastruktur penting di daerah terisolasi.
Upaya Pemulihan Infrastruktur di Aceh Tengah
Wilayah Takengon, Aceh Tengah, menjadi salah satu daerah prioritas pemulihan setelah bencana banjir bandang dan longsor. Banyak jalur darat di kabupaten ini terputus, termasuk jembatan, yang menghambat akses logistik dan bantuan.
PLN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bekerja keras untuk memperbaiki seluruh gardu listrik dan membuka kembali jalur darat. "Takengon, Aceh Tengah, adalah salah satu kabupaten yang jalan daratnya terputus akibat longsor dan jembatan putus di berbagai jalur," demikian siaran resmi Sekretariat Kabinet.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi di Takengon dan Bener Meriah dalam rapat terbatas di Bukit Hambalang, Bogor. Beliau menginstruksikan percepatan pemulihan akses darat di daerah-daerah terdampak bencana tersebut.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan instruksi Presiden: "Jalur ini harus segera tersambung." Penekanan pada pemulihan jalur darat menjadi kunci untuk distribusi bantuan dan mobilitas warga.
Prioritas Pasokan Listrik dan Logistik untuk Daerah Terdampak
Selain pemulihan akses darat, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada ketersediaan pasokan energi dan logistik. Beliau memerintahkan agar pasokan listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) harus tersedia dengan cepat di daerah terdampak.
Kebutuhan logistik juga menjadi prioritas utama untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan. "Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh akses jalan darat di wilayah terdampak bencana harus segera dipulihkan, jembatan sementara bisa segera jadi, dan listrik harus segera menyala seluruhnya," ujar Seskab Teddy.
Seskab Teddy menambahkan bahwa pasokan BBM harus tersedia cepat, dan kebutuhan logistik harus tercukupi tanpa kekurangan. Perintah ini mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sama-sama terdampak bencana.
Rapat terbatas di Hambalang dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Sekretaris Negara, Menteri PU, Panglima TNI, Kapolri, dan Direktur Utama PLN. Kehadiran mereka menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana.
Dampak Bencana Banjir Bandang di Sumatera
Banjir bandang dan longsor telah melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak Selasa, 25 November 2025. Bencana ini telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat dan infrastruktur.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan skala kerusakan dan korban jiwa yang tragis. Per 6 November 2025, jumlah korban jiwa akibat bencana di Sumatera mencapai 914 jiwa.
Selain itu, 389 jiwa masih dinyatakan hilang, menambah daftar panjang dampak kemanusiaan dari bencana ini. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di berbagai lokasi terdampak.
Situasi darurat ini memerlukan respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak untuk membantu korban serta memulihkan kondisi wilayah. Penanganan pasca-bencana menjadi fokus utama pemerintah dan lembaga terkait.
Sumber: AntaraNews