Bukan Sekadar Berita: Klinik Jurnalistik Kepala Puskesmas Cianjur, Jurus Jitu Hadapi Oknum Wartawan
Pemerintah Kabupaten Cianjur dukung penuh Klinik Jurnalistik Kepala Puskesmas Cianjur, bekali 100 kepala puskesmas dengan ilmu jurnalistik dan cara menghadapi oknum wartawan. Bagaimana pelatihan ini menjadi solusi efektif?
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor kesehatan. Melalui dukungan penuh terhadap kegiatan klinik jurnalistik, Pemkab Cianjur membekali para kepala puskesmas dengan pemahaman mendalam tentang dunia media.
Inisiatif ini digagas oleh Forum Pimpinan Redaksi (Pemred) Cianjur, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dengan melibatkan 100 kepala puskesmas se-Kabupaten Cianjur sebagai peserta. Pelatihan ini bertujuan agar mereka memiliki bekal yang cukup dalam berinteraksi dengan awak media dan menyajikan informasi yang akurat kepada publik.
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menyatakan bahwa ilmu yang diberikan langsung oleh narasumber dari Dewan Pers akan menjadi bekal penting bagi setiap kepala puskesmas. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan secara profesional dan menghindari potensi masalah dengan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pentingnya Literasi Jurnalistik bagi Pelayanan Kesehatan
Klinik jurnalistik ini dirancang untuk membekali para kepala puskesmas dengan dasar-dasar jurnalistik dan pemahaman tentang kebutuhan informasi yang dicari oleh pewarta. Dengan demikian, komunikasi antara puskesmas dan media dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan saling menguntungkan.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada cara memberikan informasi, tetapi juga pada etika dan profesionalisme dalam dunia jurnalistik. Para peserta diajarkan bagaimana mengidentifikasi pewarta yang kredibel dan membedakannya dari oknum yang mungkin memiliki niat tidak baik.
Wakil Bupati Ramzi berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh Forum Pemred Cianjur dengan dinas dan instansi lainnya. Tujuannya adalah untuk memperluas pemahaman dasar jurnalistik di kalangan ASN, sehingga setiap instansi pemerintah dapat lebih siap dalam menghadapi dinamika pemberitaan.
Bekal Menghadapi Oknum Wartawan dan Praktik Jurnalistik Profesional
Salah satu fokus utama dari klinik jurnalistik ini adalah memberikan "jurus jitu" kepada kepala puskesmas untuk menghadapi oknum yang mengatasnamakan wartawan. Fenomena oknum yang datang ke instansi pemerintah, termasuk puskesmas, dengan berbagai dalih dan berujung pada permintaan uang, menjadi perhatian serius.
Ramzi menekankan, "Saat ini banyak oknum yang mengatasnamakan pewarta datang ke dinas termasuk puskesmas dengan berbagai dalih namun akhirnya berujung minta uang, semoga dengan digelar-nya pelatihan ini menjadi jurus jitu kepala puskesmas terhindar dari oknum." Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi benteng bagi para kepala puskesmas dari praktik-praktik tidak etis tersebut.
Materi pendidikan dasar jurnalistik yang disampaikan oleh pemateri dari Dewan Pers mengupas tuntas tentang ciri-ciri pewarta profesional. Ini mencakup kode etik jurnalistik, standar pelaporan, serta hak dan kewajiban seorang wartawan, sehingga kepala puskesmas dapat membedakan mana yang merupakan praktik jurnalistik yang sah dan mana yang bukan.
Apresiasi Dewan Pers dan Inisiatif Unik Forum Pemred Cianjur
Rustam Fachri Mandayun, ahli pers dari Dewan Pers yang menjadi pemateri, mengungkapkan pengalamannya dalam kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa ini adalah kali pertama dirinya menghadiri pelatihan dengan judul klinik jurnalistik yang pesertanya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) kepala puskesmas.
Selama pelatihan, Rustam mengaku banyak menerima pertanyaan seputar kegiatan jurnalistik yang baik dan benar, termasuk kasus oknum yang marak datang ke puskesmas. Pengalaman ini menunjukkan relevansi dan kebutuhan mendesak akan pelatihan semacam ini di kalangan ASN.
Lebih lanjut, Rustam Fachri Mandayun memberikan apresiasi tinggi kepada Forum Pemred Cianjur. "Saya sangat senang mendapat undangan dari Cianjur, dimana selain menggelar pelatihan ke berbagai kalangan, Forum Pemred Cianjur bersama komunitas pewarta Nagrak Center memberikan pendidikan jurnalistik gratis bagi mahasiswa," ujarnya.
Menurut Rustam, inisiatif memberikan pendidikan jurnalistik gratis bagi ratusan mahasiswa adalah hal yang luar biasa dan jarang ditemui di kota-kota lain di Indonesia. Kegiatan ini menciptakan ruang belajar penting bagi generasi muda di bidang jurnalistik, media sosial, hingga event organizer.
Sumber: AntaraNews