Ziarah Lebaran Palembang: Ratusan Warga Padati TPU Saat Lebaran Kedua Idul Fitri 1447 H
Tradisi ziarah Lebaran masih lestari di Palembang. Ratusan warga memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kota ini pada Lebaran kedua Idul Fitri 1447 H, menunjukkan antusiasme tinggi untuk mendoakan keluarga yang telah berpulang.
Ratusan warga dari berbagai daerah di Sumatera Selatan memadati sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Palembang pada Lebaran kedua Idul Fitri 1447 Hijriah. Mereka datang untuk berziarah dan mengirimkan doa kepada sanak keluarga yang telah meninggal dunia, melanjutkan tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat.
Peningkatan jumlah peziarah ini terlihat sejak hari pertama Lebaran, Sabtu (21/3), dengan TPU Kandang Kawat dan TPU Sungai Goren menjadi lokasi utama kunjungan. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya momen Lebaran bagi masyarakat untuk mengenang dan mendoakan leluhur mereka.
Tradisi ziarah ini tidak hanya dilakukan oleh warga Palembang, melainkan juga oleh masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Mereka rela menempuh perjalanan untuk menjaga ikatan spiritual dengan keluarga yang telah berpulang di momen istimewa ini.
Antusiasme Peziarah di TPU Kandang Kawat dan Sungai Goren
TPU Kandang Kawat di Lemabang, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi peziarah. Menurut Toha, penjaga makam di sana, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 500 orang sejak hari pertama Lebaran Idul Fitri 2026.
Antusiasme serupa juga terlihat di TPU Sungai Goren, Kecamatan Seberang Ulu 1, yang juga dipadati masyarakat. Kepadatan ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah makam masih sangat dipegang teguh oleh masyarakat Sumatera Selatan, terutama saat Lebaran.
Peziarah datang dari berbagai penjuru, tidak hanya dari Kota Palembang, tetapi juga dari kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Mereka membawa bunga tabur dan air mawar sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga yang telah tiada.
Berkah Musiman Bagi Penjaga Makam dan Pedagang Lokal
Momen Lebaran yang ramai peziarah ini membawa berkah tersendiri bagi petugas kebersihan makam. Mereka menawarkan jasa membersihkan kuburan, membantu peziarah menjaga kebersihan dan kerapian makam keluarga mereka.
Tarif jasa membersihkan makam biasanya seikhlasnya, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000, seperti yang diungkapkan oleh Toha. Ini menjadi tambahan penghasilan yang signifikan bagi mereka selama musim Lebaran.
Selain itu, para penjual bunga tabur dan air mawar juga merasakan dampak positif dari keramaian ini. Dagangan mereka laris manis dibeli oleh para peziarah yang ingin melengkapi prosesi ziarah dengan menaburkan bunga di atas makam.
Alasan Peziarah Memilih Lebaran Kedua
Beberapa peziarah, seperti Gebril dari Kota Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, sengaja memilih Lebaran kedua untuk berziarah. Alasannya adalah untuk menghindari kepadatan yang ekstrem pada hari pertama Lebaran.
Gebril menjelaskan bahwa pada Lebaran pertama, TPU Sungai Goren sangat padat sehingga sulit mencari lahan parkir. Memilih hari kedua memberikan kenyamanan lebih dalam mencari tempat parkir dan bergerak di area makam.
Selain itu, area makam juga cenderung sudah dibersihkan oleh pengunjung sebelumnya, membuat pengalaman ziarah menjadi lebih nyaman. Strategi ini memungkinkan peziarah untuk lebih fokus dalam mendoakan dan mengenang keluarga tanpa terburu-buru.
Sumber: AntaraNews