Wilsen Willim Rancang Busana Imlek Fleksibel, Bisa Dipakai Sepanjang Tahun
Desainer Wilsen Willim hadirkan koleksi busana Imlek yang tak hanya indah namun juga sangat fleksibel, dirancang untuk bisa dipakai di berbagai kesempatan dan sepanjang tahun.
Desainer kenamaan Wilsen Willim kembali mencuri perhatian dengan koleksi busana terbarunya yang didedikasikan untuk perayaan Tahun Baru Imlek. Koleksi ini menawarkan konsep inovatif yang memungkinkan pemakainya tampil gaya tidak hanya saat Imlek saja, melainkan juga di berbagai kesempatan lainnya.
Wilsen Willim merancang busana-busana ini dengan mempertimbangkan fleksibilitas dan keberlanjutan pemakaian. Ia ingin setiap potongannya dapat dipadupadankan untuk berbagai acara di luar momen perayaan Imlek, menjadikannya pilihan investasi mode yang cerdas.
Inisiatif ini lahir dari riset mendalam dan perjalanan ke berbagai negara, termasuk Tiongkok, untuk memahami kekayaan budaya peranakan Tionghoa. Tujuannya adalah menciptakan busana yang relevan, otentik, dan multifungsi bagi para pemakainya di era modern.
Inspirasi Budaya Peranakan dan Riset Mendalam
Wilsen Willim mengungkapkan bahwa koleksi Imleknya kali ini merupakan hasil dari transformasi mereknya menuju busana peranakan. Ia banyak melakukan riset dan perjalanan ke berbagai negara, termasuk Tiongkok, untuk memperkaya desainnya dengan nuansa budaya yang otentik.
Perjalanan riset ini bertujuan untuk menghadirkan busana Imlek yang memiliki ciri khas budaya peranakan Tionghoa yang kuat, namun tetap relevan dengan tren mode terkini. Hal ini disampaikan Wilsen dalam acara bincang-bincang "Lunaire a La Mode" di gerai Pendopo, Living World, Tangerang Selatan.
Fokus pada budaya peranakan ini memungkinkan Wilsen Willim untuk menciptakan desain yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman cerita dan nilai budaya yang tinggi. Pendekatan ini memastikan setiap busana memiliki identitas yang kuat dan makna mendalam.
Fleksibilitas Desain dan Pilihan Warna Netral
Salah satu ciri khas koleksi Wilsen Willim adalah penggunaan warna-warna "muted" atau tidak mencolok, yang memberikan kesan elegan dan modern. Pilihan warna ini sengaja dibuat agar busana dapat dipakai di luar perayaan Imlek tanpa terlihat terlalu spesifik atau terbatas pada satu acara saja.
Fleksibilitas juga terlihat dari potongan atasan yang mudah dipadukan dengan berbagai jenis bawahan, baik kain tradisional maupun model modern lainnya. Ini memberikan banyak opsi gaya bagi pemakainya, dari tampilan formal hingga kasual, sesuai kebutuhan.
Wilsen Willim menekankan bahwa busana Imlek dengan warna yang lebih tenang akan lebih mudah dipadupadankan dengan pakaian lain dalam lemari. Dengan demikian, koleksi ini dapat menjadi investasi mode jangka panjang yang fungsional dan serbaguna.
Pergeseran Preferensi Warna Busana Imlek
Wilsen Willim mengamati adanya pergeseran preferensi warna busana Imlek di kalangan masyarakat modern. Orang-orang kini tidak lagi terpaku pada warna merah terang yang dominan, melainkan mencari variasi yang lebih luas.
Pilihan warna yang lebih netral, seperti abu-abu muda hingga hitam, kini mulai diterima dan banyak dipakai saat Imlek di beberapa tempat, menunjukkan evolusi dalam tradisi berbusana.
Menurut Wilsen, warna hitam dan putih pun tidak menjadi masalah selama tidak menampilkan kesan monokromatik seperti suasana duka. Ini membuka peluang lebih luas untuk eksplorasi gaya pribadi saat perayaan berlangsung, mencerminkan selera yang lebih modern dan personal.
Sumber: AntaraNews