Gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 secara resmi ditutup pada 2 November 2025, menandai berakhirnya pekan mode yang berlangsung sejak 27 Oktober 2025. Penutupan megah ini berlokasi di Jakarta dan berhasil memukau para pecinta fesyen dengan peragaan busana yang kental akan sentuhan budaya Indonesia. Acara ini secara khusus menonjolkan keindahan warisan Nusantara yang telah diinterpretasikan secara modern dan kontemporer oleh para desainer.
Rangkaian penutup JFW 2026, yang dikenal sebagai Dewi Fashion Knights II, menghadirkan karya-karya istimewa dari desainer ternama seperti Tulola, Sapto Djojokartiko, dan Sebastian Gunawan. Mereka semua menampilkan kekayaan motif dan tekstil dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari eksotisme Indonesia Timur hingga keanggunan Jawa klasik. Peragaan busana ini menjadi bukti nyata bahwa fesyen Indonesia memiliki potensi besar di panggung global.
Setiap helai busana yang diperagakan tidak hanya sekadar pakaian, melainkan sebuah narasi yang berkaitan erat dengan kreativitas, warisan budaya, dan inovasi modern. Peragaan busana ini memiliki makna mendalam, menceritakan keindahan Nusantara yang hidup dan berkembang. Lekuk siluet busana para desainer dengan tegas menegaskan keindahan Indonesia melalui wastra yang memikat hati banyak penikmat mode.
Advertisement
Advertisement
Kekayaan Wastra Indonesia Timur dan Interpretasi Jawa Klasik
Dalam peragaan Dewi Fashion Knights II, jenama Tulola dan desainer Sapto Djojokartiko menampilkan kekayaan motif dan tekstil dari Indonesia Timur yang terlihat eksotis serta berkarakter kuat. Koleksi mereka berhasil memadukan unsur tradisional dengan gaya modern, menciptakan tampilan yang unik dan memukau. Sentuhan budaya lokal yang kental menjadi daya tarik utama dari setiap rancangan yang dipersembahkan.
Jenama Tulola, yang didirikan di Bali pada tahun 2007 oleh Sri Luce Rusna dan Happy Salma, menghadirkan kisah Nusantara melalui perhiasan berbalut makna. Perhiasan mereka merupakan interpretasi puitis atas budaya dan alam Indonesia, menggunakan perak sterling 92,5 persen berlapis emas 18K. Lebih dari sekadar aksesori, setiap perhiasan Tulola adalah sebuah karya seni yang menceritakan warisan budaya.
Sementara itu, desainer Sapto Djojokartiko menghadirkan busana dengan sentuhan tenun yang berkarakter kuat, menggunakan warna natural "earth tone" yang tetap modern dan elegan. Koleksi Sapto Djojokartiko di JFW 2026 ini menunjukkan bagaimana tenun tradisional dapat diadaptasi ke dalam gaya kontemporer. Kekuatan desainnya terletak pada detail dan pemilihan material yang menonjolkan keindahan alami.
Advertisement
Advertisement
Elegansi Kebaya Klasik ala Kraton Jawa dan Semangat Berkelanjutan
Tak ketinggalan, label Sebastian Gunawan Signature turut meramaikan panggung JFW 2026 melalui karya dengan gaya kebaya Jawa klasik yang berwarna, namun tetap mengedepankan sisi elegan khas ala kraton Jawa. Koleksi ini membuktikan bahwa kebaya klasik dapat tetap relevan dan memukau di era modern. Sebastian Gunawan berhasil memadukan tradisi dengan sentuhan kontemporer yang berkelas.
Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 sendiri berlangsung selama seminggu penuh, dari tanggal 27 Oktober hingga 2 November 2025. Pekan fesyen ini mengusung semangat 'The Legacy of Style', yang menjadi tema sentral dalam setiap peragaan. Tema ini merefleksikan pentingnya menjaga warisan budaya sambil terus berinovasi dalam dunia mode.
Semangat 'The Legacy of Style' turut menandai perayaan warisan gaya yang lahir dari perpaduan antara tradisi dan modernitas, serta regenerasi yang melibatkan berbagai generasi desainer, kreator, dan mitra industri. JFW 2026 menjadi simbol kolaborasi lintas industri dalam membangun masa depan fesyen Indonesia yang berkelanjutan. Ini adalah komitmen untuk terus mengembangkan industri mode nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews