Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tangerang Kembangkan Budidaya Ginseng Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kegiatan ini juga sejalan dengan Program 13 Akselerasi yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang terus berinovasi dalam program pembinaan warga binaan. Salah satu langkah terbarunya adalah mengembangkan budidaya ginseng sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu fokus dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan Program 13 Akselerasi yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Melalui panen ginseng di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Tangerang menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus memberdayakan narapidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Tangerang, Triana Agustin, mengatakan bahwa kegiatan panen ginseng merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian pangan nasional.
"Panen ginseng wujud nyata dari pelaksanaan akselerasi di bidang peningkatan kemandirian pangan bangsa dan produktivitas warga binaan," ujar Triana dalam keterangannya, Senin (20/10).
Ia menjelaskan, ginseng yang dibudidayakan oleh warga binaan merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang dikelola oleh Seksi Kegiatan Kerja. Dengan metode tanam organik dan perawatan intensif, hasil panen kali ini dinilai berkualitas tinggi dan memiliki nilai ekonomi serta manfaat kesehatan.
"Dengan perawatan intensif dan sistem tanam organik, panen kali ini berhasil menghasilkan ginseng berkualitas tinggi yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kesehatan," tuturnya.
Lebih lanjut, Triana menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang berguna setelah kembali ke masyarakat.
"Hasil panen akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal serta pengembangan produk hasil pembinaan yang bernilai ekonomi," jelasnya.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Tangerang berharap dapat menciptakan warga binaan yang produktif dan mandiri, sekaligus turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.