Wagub Jateng Dorong Penguasaan Bahasa Arab, Lestarikan Arab Pegon di Era Digital
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai bahasa Arab secara lisan, tetapi juga melestarikan khazanah tulisan Arab Pegon yang memiliki nilai historis dan strategis untuk diplomasi global.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab yang komprehensif bagi para mahasiswa. Ia mendorong agar mahasiswa tidak hanya fasih berbahasa Arab secara lisan, namun juga turut melestarikan serta mengembangkan khazanah tulisan Arab Pegon. Pernyataan ini disampaikan oleh Gus Yasin, sapaan akrabnya, dalam acara pelantikan serentak dan Rakernas Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia (Ithla) di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pada Sabtu (4/4).
Gus Yasin menyoroti bahwa Arab Pegon memiliki nilai historis yang luar biasa sebagai alat komunikasi lintas budaya di Nusantara. Pada masa lalu, sistem penulisan ini bahkan berfungsi sebagai instrumen komunikasi antarkerajaan di wilayah kepulauan. Oleh karena itu, pelestarian dan inovasi dalam penggunaan Arab Pegon menjadi krusial di tengah perkembangan teknologi saat ini.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut berharap agar Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia dapat berinovasi dalam penggunaan Arab Pegon di berbagai platform digital. Hal ini penting untuk memastikan warisan budaya ini tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi mendatang, sekaligus memperkuat peran bahasa Arab sebagai jembatan diplomasi internasional.
Pentingnya Arab Pegon dalam Sejarah Nusantara
Arab Pegon merupakan sistem penulisan unik yang menggunakan abjad Hijaiyah, namun telah dimodifikasi untuk menuliskan bahasa lokal seperti Jawa dan Melayu. Tradisi penulisan ini masih terus hidup dan diajarkan di berbagai pesantren di Indonesia, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa.
Taj Yasin Maimoen menjelaskan bahwa Arab Pegon memiliki nilai historis yang sangat tinggi, bahkan pernah menjadi bahasa pengantar delegasi antarkerajaan di seluruh Nusantara, dari Jawa hingga Semenanjung Melayu. Penguasaan Arab Pegon, oleh karena itu, bukan sekadar keterampilan linguistik, melainkan upaya melestarikan jejak peradaban dan komunikasi masa lalu yang kaya.
Mengingat signifikansi sejarahnya, Gus Yasin berharap agar mahasiswa penggiat bahasa Arab tidak hanya terpaku pada penerjemahan kaku dengan abjad Latin. Ia mendorong mereka untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengadaptasi penggunaan Arab Pegon ke platform digital, memastikan relevansinya di era modern.
Peran Strategis Bahasa Arab untuk Diplomasi Global
Selain aspek budaya, Taj Yasin juga menyoroti peran strategis Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia (Ithla) sebagai organisasi yang mampu mencetak delegasi internasional. Mengingat posisi Timur Tengah yang krusial dalam geopolitik dan ekonomi global, penguasaan bahasa Arab menjadi modal diplomatik yang sangat kuat bagi Indonesia.
Menurutnya, bahasa Arab bukan hanya warisan pesantren, melainkan instrumen penting untuk diplomasi, terutama dengan negara-negara berbahasa Arab. Kemampuan berbahasa Arab yang mumpuni dapat membuka pintu komunikasi dan kerja sama yang lebih luas di kancah internasional, memungkinkan Indonesia untuk menyuarakan kepentingannya dengan lebih efektif.
Wakil Gubernur mengapresiasi langkah Ithla yang telah konsisten mendelegasikan pengajar bahasa Arab ke berbagai negara ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Ia berharap peran ini dapat meluas hingga ke kancah politik internasional, menjadikan mahasiswa sebagai penyambung lidah Indonesia dalam mengomunikasikan berbagai permasalahan global.
Komitmen Pemprov Jateng Mendukung Pengembangan SDM
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis pesantren dan bahasa Arab. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya adalah penyediaan beasiswa.
Melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergis Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Pemprov Jateng telah membuka program beasiswa untuk jenjang S1 hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri. Program ini bertujuan untuk mencetak generasi unggul yang memiliki kompetensi bahasa Arab dan keilmuan pesantren yang mendalam.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 439 pendaftar sedang mengikuti tahapan seleksi beasiswa tersebut. Pemprov Jateng berharap Ithla dapat bersinergi dengan program-program penguatan pendidikan ini di masa depan, demi kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas SDM di Jawa Tengah.
Sumber: AntaraNews