Unhas Tingkatkan Literasi Risiko Finansial Bencana di Selayar, Bekali Siswa Hadapi Ancaman
Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat Literasi Risiko Finansial Bencana di Selayar, membekali generasi muda dengan pemahaman pentingnya kesiapan finansial untuk mitigasi dampak bencana yang sering terabaikan.
MAKASSAR – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini menggelar kegiatan edukasi penting di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan literasi risiko finansial bencana di kalangan puluhan siswa sekolah menengah di wilayah tersebut. Inisiatif ini menjadi langkah awal krusial dalam membangun budaya kesiapsiagaan di daerah kepulauan yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana alam.
Saaduddin, Ketua Tim Pengajar FMIPA Unhas, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mencetak agen perubahan di kalangan siswa. Agen perubahan ini nantinya akan menyebarkan budaya kesiapsiagaan kepada keluarga dan komunitas mereka. Pentingnya pemahaman komprehensif tentang risiko bencana, termasuk ketahanan finansial, menjadi fokus utama program ini.
Menurut Saaduddin, kesiapsiagaan bencana tidak hanya sebatas pengetahuan evakuasi, tetapi juga perencanaan jangka panjang untuk mengurangi risiko. Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai aspek finansial. Ini akan membantu mereka pulih lebih cepat setelah bencana terjadi.
Membangun Ketahanan Finansial Melalui Literasi Risiko
Kesiapsiagaan bencana seringkali hanya diasosiasikan dengan persiapan fisik dan pengetahuan evakuasi, namun aspek kesiapan finansial kerap terabaikan oleh masyarakat. Illuminata Wynnie, salah satu narasumber dalam kegiatan ini, menjelaskan pentingnya dimensi finansial dalam mitigasi bencana. Pemahaman ini krusial untuk memastikan masyarakat mampu bangkit kembali setelah menghadapi musibah.
Literasi risiko didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk memahami potensi risiko, memperkirakan dampaknya, serta membuat keputusan tepat guna mengurangi kerugian. Konsep ini selaras dengan teori manajemen risiko yang menekankan bahwa risiko tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, risiko dapat dikelola melalui perencanaan cermat, pembagian risiko, dan pembentukan dana cadangan sebelum bencana terjadi.
Pendekatan ini juga sejalan dengan konsep literasi keuangan yang mendorong individu untuk membuat keputusan finansial rasional berdasarkan potensi risiko. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh bencana. Edukasi semacam ini menjadi fondasi penting bagi komunitas yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Simulasi Dana Darurat Desa: Pembelajaran Praktis untuk Siswa
Dalam upaya memberikan pemahaman yang lebih konkret, kegiatan ini melibatkan siswa sekolah menengah di Selayar dalam simulasi perhitungan dana darurat desa. Simulasi ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis kasus yang interaktif dan mendalam. Para peserta diajak untuk secara langsung menghitung kebutuhan dana darurat.
Melalui simulasi, siswa didorong untuk menghitung kebutuhan dana darurat berdasarkan data historis bencana yang pernah terjadi. Mereka juga menentukan tingkat kontribusi yang adil bagi masyarakat desa. Selain itu, simulasi ini mengenalkan siswa pada biaya operasional yang diperlukan untuk mengelola dana kolektif tersebut.
Apriyani Dwi Cakra, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa ia memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya kesiapan finansial dalam menghadapi bencana. Pengetahuan ini akan sangat membantu masyarakat untuk pulih lebih cepat setelah musibah. "Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami belajar bahwa selain tahu cara menyelamatkan diri saat bencana, masyarakat juga perlu menyiapkan keuangan, apalagi yang tinggal di daerah rawan bencana," ujarnya.
Inisiatif FMIPA Unhas ini menunjukkan komitmen dalam membangun kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih tangguh menghadapi ancaman bencana. Dengan bekal literasi risiko finansial, diharapkan Selayar dan daerah rawan bencana lainnya dapat memiliki komunitas yang lebih siap dan berdaya.
Sumber: AntaraNews