UI Pimpin U25 Leaders Forum: Konsolidasi untuk Penguatan Pendidikan Tinggi Nasional dan Daya Saing Bangsa
Universitas Indonesia (UI) memimpin U25 Leaders Forum di IPB University, menyatukan 24 PTN-BH untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat penguatan pendidikan tinggi nasional demi SDM unggul dan daya saing bangsa.
Universitas Indonesia (UI), selaku Ketua U25, memimpin U25 Leaders Forum yang diselenggarakan di IPB University pada 23 Januari. Forum ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi para pimpinan 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Indonesia. Tujuannya adalah menyelaraskan arah kebijakan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi secara nasional.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat kontribusi signifikan perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan meningkatkan daya saing bangsa. Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, yang juga Ketua U25, menekankan pergeseran fokus dari capaian administratif menuju dampak nyata.
Prof. Heri menggarisbawahi pentingnya peran rektor sebagai “CEO” perguruan tinggi. Hal ini bertujuan untuk memastikan efisiensi anggaran dan optimalisasi aset universitas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pendapatan dan menjaga kualitas pendidikan tinggi nasional.
Peran Strategis Rektor sebagai CEO Perguruan Tinggi
Prof. Heri Hermansyah, Rektor UI dan Ketua U25, menegaskan bahwa kerja PTN-BH harus melampaui sekadar capaian administratif. Fokus utama adalah menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian bangsa. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan rektor dalam mengelola perguruan tinggi secara efektif.
Sebagai “CEO” perguruan tinggi, rektor memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan efisiensi belanja. Selain itu, peran universitas dalam mengkapitalisasi aset yang dimiliki juga krusial untuk memperkuat pendapatan institusi. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Upaya-upaya strategis ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan quality of life sivitas akademika. Lebih jauh, langkah tersebut juga diharapkan dapat menghadirkan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. Kolaborasi lintas PTN-BH menjadi esensial tidak hanya dalam kerja sama akademik konvensional.
Prof. Heri menambahkan bahwa kolaborasi juga perlu mencakup peluang usaha bersama yang inovatif. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan finansial universitas di masa depan. Penguatan pendidikan tinggi nasional melalui kemandirian finansial menjadi kunci utama.
Struktur Organisasi dan Kelompok Kerja U25 untuk Penguatan Pendidikan Tinggi Nasional
Sejalan dengan arahan tersebut, forum konsolidasi U25 menempatkan penguatan tata kelola organisasi sebagai prioritas utama. Agenda utama forum ini meliputi pembentukan struktur organisasi yang jelas. Selain itu, penetapan isu-isu strategis yang akan diperjuangkan bersama juga menjadi fokus.
Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) serta penguatan perangkat kerja U25 turut menjadi bagian penting dari kesepakatan. Kesepakatan ini mempertegas mandat yang telah diberikan pada Oktober 2025. Tujuannya adalah agar U25 dapat bergerak lebih operasional melalui perangkat organisasi yang jelas dan siap bekerja.
Oleh karena itu, forum menyepakati struktur organisasi U25 yang terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris Jenderal, serta Wakil Sekretaris Jenderal. Universitas Indonesia ditetapkan sebagai Ketua, didampingi Universitas Sumatera Utara dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai Wakil Ketua. Universitas Hasanuddin menjabat Sekretaris Jenderal, dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Syiah Kuala sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Prof. Heri Hermansyah, IPU, memimpin forum ini.
Forum juga menyepakati pembentukan lima Kelompok Kerja (Pokja) sebagai mesin kerja strategis U25. Pokja ini meliputi World Class University (WCU), Dana Abadi, Komersialisasi Aset dan Joint Venture, Tata Kelola Keuangan, serta Sumber Daya Manusia (SDM) PTN-BH. Kelima Pokja ini diarahkan untuk membahas advokasi dan regulasi di bidang masing-masing, terintegrasi dengan forum-forum lain demi penguatan pendidikan tinggi nasional.
Susunan koordinator dan anggota Pokja juga telah ditentukan. Untuk Pokja WCU terdiri dari UGM, UPI, UNSRI, UNDIP. Pokja Dana Abadi diisi oleh ITB, UNESA, UT. Sementara itu, Pokja Komersialisasi Aset & Joint Venture melibatkan IPB, UNP, UNJ, UM. Pokja Tata Kelola Keuangan terdiri dari UNAIR, UNAND, UNS, UNY. Terakhir, Pokja SDM PTN-BH diisi oleh UNPAD, UIII, UNNES.
Sumber: AntaraNews