Trivia: Kemenparekraf Gandeng Swiss! Program Adult Learning Poltekpar Tingkatkan Kompetensi Dosen
Kementerian Pariwisata menghadirkan Program Adult Learning Poltekpar bekerja sama dengan Swiss untuk meningkatkan kapasitas dosen. Cari tahu bagaimana program ini merevolusi pendidikan vokasi pariwisata!
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara resmi meluncurkan "Adult Learning Program for Tourism Polytechnics". Inisiatif strategis ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Politeknik Pariwisata di seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan peningkatan kualitas pendidikan vokasi pariwisata.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi penting dengan Pemerintah Swiss, melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Swisscontact, serta Schweizerische Hotelfachschule Luzern (SHL). Kerja sama internasional ini menunjukkan komitmen serius Kemenparekraf dalam menghadirkan standar pendidikan pariwisata kelas dunia. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Martini M. Paham, menegaskan pentingnya program ini. "Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi dosen, tetapi juga memperkuat kolaborasi internasional guna mendorong kualitas pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Minggu (12/10).
Kolaborasi Internasional untuk Kualitas Pendidikan Vokasi
Program Adult Learning Poltekpar ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa. Selain itu, program ini juga fokus pada strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Penerapan metode-metode inovatif dalam proses pengajaran menjadi salah satu pilar utama yang ditekankan dalam pelatihan ini.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua fase yang terencana dengan baik. Fase pertama telah sukses diselenggarakan pada 22–26 September 2025 di de Ballen Sultan Hotel Politeknik Pariwisata Lombok. Christian Moro, seorang pakar pelatihan pembelajaran orang dewasa dari SHL, hadir sebagai fasilitator utama. Kehadirannya memberikan wawasan dan praktik terbaik dari Swiss.
Fase kedua dari program ini dijadwalkan akan berlangsung pada 10–14 November 2025. Lokasi pelaksanaan fase kedua adalah di Politeknik Pariwisata Makassar. Kedua fase ini dirancang untuk memastikan penyebaran pengetahuan dan keterampilan yang merata kepada para peserta.
Sebanyak 26 dosen dari enam Politeknik Pariwisata di lingkungan Kemenparekraf turut berpartisipasi. Selain itu, satu politeknik mitra, yaitu Politeknik Batam, juga mengirimkan perwakilannya. Keikutsertaan berbagai politeknik ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Fokus pada Peningkatan Kompetensi Dosen dan Metode Pembelajaran Inovatif
Melalui Program Adult Learning Poltekpar ini, para peserta dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip adult learning. Mereka juga mempelajari strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, peserta akan menguasai penerapan metode-metode inovatif dalam proses pengajaran di kelas.
Fasilitator menggunakan pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik secara seimbang. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan improvisasi dan diskusi materi. Hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Pendekatan ini memastikan pembelajaran yang efektif dan partisipatif.
Martini M. Paham menyatakan harapannya agar program ini dapat mengembangkan kompetensi peserta sebagai trainer. Kompetensi ini mencakup kemampuan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selain itu, peserta diharapkan mampu berperan sebagai lecturer, instructor, dan trainer yang handal di bidang pariwisata.
Lebih lanjut, peserta diharapkan mampu menguasai metode pembelajaran aktif dan reflektif. Ini termasuk penyusunan lesson plan yang efektif. Mereka juga diharapkan dapat menggunakan metode kreatif sesuai gaya belajar Doer, Discoverer, Thinker, dan Decider. Penerapan ini akan membuat proses belajar mengajar lebih dinamis dan relevan.
Dampak dan Harapan untuk Industri Pariwisata
Kemenparekraf memiliki harapan besar terhadap dampak Program Adult Learning Poltekpar ini. Melalui kegiatan ini, para pendidik di Politeknik Pariwisata diharapkan dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih adaptif. Pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang menjadi tujuan utama.
Martini M. Paham menambahkan, “Kami berharap melalui kegiatan ini para pendidik di Politeknik Pariwisata dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.” Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penyesuaian kurikulum dengan dinamika pasar kerja.
Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil memberikan pemahaman yang komprehensif. Peserta juga mendapatkan pengalaman praktik serta keterampilan pedagogis yang relevan. Keterampilan ini adaptif dan bermakna bagi para dosen dalam mengimplementasikan pembelajaran orang dewasa di lingkungan pendidikan vokasi pariwisata. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pariwisata Indonesia.
Sumber: AntaraNews