Tim SAR Palembang Perluas Area Pencarian Perempuan Tenggelam di Sungai Komering
Tim SAR Palembang terus melakukan pencarian intensif terhadap seorang perempuan paruh baya yang dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, Banyuasin, Sumatera Selatan, memasuki hari kedua operasi.
Tim SAR Gabungan Palembang, Sumatera Selatan, sedang gencar mencari seorang perempuan paruh baya yang diduga tenggelam di Sungai Komering. Insiden ini terjadi di Dusun II, Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Operasi pencarian telah memasuki hari kedua sejak laporan diterima.
Korban, yang diidentifikasi bernama Ira, berusia 34 tahun, dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Pihak keluarga menyadari hilangnya korban setelah upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil.
Kantor SAR Palembang menerima laporan kejadian pada pukul 17.50 WIB dan segera menerjunkan satu tim penyelamat (rescue) guna memulai operasi pencarian bersama unsur terkait.
Strategi dan Luas Area Pencarian SAR Palembang
Kasi Operasi SAR Palembang, Mancarah Wanto, menyatakan bahwa wilayah penyisiran telah diperluas secara signifikan. Pada hari kedua operasi, area pencarian mencakup hingga 9 kilometer persegi di atas permukaan air Sungai Komering.
Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama bertugas menyisir visual ke arah utara dengan radius sekitar 4 kilometer persegi.
Sementara itu, SRU kedua bergerak menyisir ke arah tenggara sejauh 5 kilometer persegi. Mereka menggunakan perahu karet Basarnas serta perahu milik masyarakat setempat untuk efektivitas pencarian.
Selain penyisiran langsung, Tim SAR Gabungan juga menyebarkan informasi kepada warga yang bermukim di sepanjang pesisir Sungai Komering. Masyarakat diminta untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kronologi dan Kondisi Korban Tenggelam
Peristiwa dugaan tenggelamnya Ira bermula pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban diketahui memiliki keterbatasan fisik, hanya bisa berjalan dengan cara berjongkok, dan juga mengalami gangguan kejiwaan.
Saat itu, Ira hendak mandi di Sungai Komering yang lokasinya tepat di belakang rumahnya. Adik korban sempat melarangnya, namun Ira tetap pergi keluar rumah.
Sekitar pukul 15.00 WIB, orang tua korban menyadari bahwa Ira sudah tidak berada di tempat. Upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi dilakukan hingga sore hari, namun tidak membuahkan hasil.
Kondisi korban yang memiliki keterbatasan fisik dan gangguan kejiwaan menjadi perhatian khusus dalam operasi pencarian ini. Hal ini menambah kompleksitas dalam upaya penemuan.
Imbauan Keselamatan dan Unsur Terlibat dalam Operasi
Basarnas mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan. Imbauan ini terutama ditujukan bagi anak-anak, lansia, dan anggota keluarga yang membutuhkan pendampingan khusus.
Masyarakat yang menghadapi kondisi darurat dapat menghubungi layanan darurat Basarnas di nomor 115 secara gratis. Layanan ini tersedia 24 jam untuk membantu penanganan insiden.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Personel Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD Banyuasin, serta warga setempat turut serta dalam upaya penyelamatan ini.
Kolaborasi antarlembaga dan masyarakat menjadi kunci dalam memaksimalkan upaya pencarian. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban.
Sumber: AntaraNews