Tempat Laundry di Kelapa Gading Kebakaran, Dua Karyawan Alami Luka Bakar
Kebakaran toko laundry di Kelapa Gading lukai dua karyawan. Diduga akibat kebocoran gas elpiji, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
Kebakaran melanda sebuah toko laundry di Jalan Raya Kelapa Nias No.1, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/3/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang karyawan mengalami luka bakar, sementara kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 14.34 WIB dari warga sekitar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi dan tiba delapan menit kemudian, tepatnya pukul 14.42 WIB.
“Petugas langsung melakukan pemadaman setibanya di lokasi,” ujar Gatot dalam keterangannya dikutip Antara, Rabu (25/3/2026).
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 50 personel dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Setelah hampir satu setengah jam proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 15.57 WIB.
“Pemadaman sudah selesai dan api dapat diatasi oleh petugas,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, dua orang karyawan laundry menjadi korban. Mereka adalah pria berinisial YN (27) dan perempuan berinisial IP (38).
YN dilaporkan mengalami luka bakar cukup serius di beberapa bagian tubuh, sementara IP mengalami luka ringan dan sempat mengalami syok.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, YN mengalami luka bakar pada wajah, leher, dan kedua tangan dengan tingkat luka bakar mencapai sekitar 18 persen.
Ia kemudian dirujuk ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, IP mengalami luka ringan di tangan kiri dan telah mendapat penanganan awal di Puskesmas Kelapa Gading.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti dari lokasi.
“Kami masih melakukan proses penyelidikan,” ujar Kiki.
Dari hasil keterangan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran gas elpiji 3 kilogram yang digunakan di dalam toko laundry. Saat kejadian, salah satu karyawan yang bertugas sebagai kurir disebut hendak memasak air menggunakan kompor gas.
Namun secara tiba-tiba, api muncul dari kompor dan selang tabung gas, lalu dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.
Api yang membesar kemudian membakar hampir seluruh isi toko laundry yang memiliki luas sekitar 39 meter persegi.
Sejumlah barang berharga ikut hangus, di antaranya empat unit mesin cuci, empat unit mesin pengering, satu unit kulkas, perangkat CCTV, serta pakaian milik pelanggan yang sedang diproses. Selain itu, satu unit mobil yang berada di lokasi juga mengalami kerusakan pada bagian depan.
“Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta,” katanya.