Sultan Palembang Kecam, Musik DJ Diputar di Depan Masjid Agung Saat CFD
Ia menilai kegiatan tersebut tidak menghormati kawasan religi dan mencederai nilai-nilai kesakralan lingkungan masjid.
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja mengecam pemutaran musik disc jockey (DJ) saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) di depan Masjid Agung Palembang, Minggu (3/5). Ia menilai kegiatan tersebut tidak menghormati kawasan religi dan mencederai nilai-nilai kesakralan lingkungan masjid. Pelaku dituntut meminta maaf secara terbuka atas kesalahannya.
Video aksi ini sempat viral di media sosial dan mendapat beragam komentar netizen. setelah diunggah sang DJ di laman Instagram pribadinya @marfaks. Dalam video, sejumlah orang berjoget mengikuti musik keras dengan latar Jembatan Ampera dan Masjid Agung Palembang.
SMB IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja menyayangkan lokasi pemutaran musik itu berada di lokasi yang memiliki nilai religius dan historis bagi warga Palembang. Dia menyebut tindakan itu dapat digolongan dalam penodaan simbol agama.
"Kami sangat menyayangkan adanya perbuatan dari pihak yang bertanggungjawab," ungkap SMB IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja, Selasa (5/5).
Sangat Sakral
Menurut Sultan, areal di sekitar Masjid Agung sangat sakral karena tak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol identitas dan nilai-nilai warisan budaya Palembang Darussalam. Pemilihan lokasi musik DJ dianggap tidak tepat yang mestinya dicari tempat lain yang lebih representarif.
"Ini jelas tidak tepat dan menodai simbol agama," kata SMB IV.
Oleh karena itu, pihaknya mendesak pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Palembang. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat memahami dengan kultur yang ada.
"Harus ada permintaan maaf dan ke depan semua pihak harus saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai moral dan etika setiap berkegiatan," kata dia.
CFD
Diketahui, Pemerintah Kota Palembang menggelar ujicoba kedua CFD di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (3/4). Uji coba dilakukan untuk memastikan rekayasa lalulintas sebelum resmi diberlakukan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang Agus Supriyanto menyebut uji coba CFD kedua menunjukkan peningkatan pengunjung secara signifikan dibanding sebelumnya. Kemacetan lalulintas juga diminimalisir oleh ratusan petugas gabungan yang disebar di sejumlah titik strategis, seperti Jembatan Musi VI, Jembatan Musi IV, Jembatan Ampera, dan lokasi lain yang berpotensi terjadi kepadatan.
"Meski arus kendaraan terpantau padat, tapi tetap bisa terurai dengan baik," kata Agus.
Dia berharap CFD dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas yang lebih sehat dan menyenangkan, seperti berolahraga bersama keluarga. Namun masyarakat tetap mengedepankan kegiatan positif dan menciptakan suasana nyaman dan damai.