Sudin SDA Jakbar Kerahkan Pompa Apung Guna Percepat Penanganan Banjir Daan Mogot
Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat mengerahkan lima pompa apung dan belasan personel untuk mempercepat penanganan banjir Daan Mogot, khususnya di Jalan Daan Mogot, Rawa Buaya. Simak detail upaya penanggulangan genangan air ini.
Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat bergerak sigap mengatasi genangan air yang melanda kawasan Jalan Daan Mogot, Rawa Buaya, Cengkareng, pada Jumat, 20 Februari 2026. Pengerahan lima unit pompa apung menjadi langkah utama dalam upaya penanganan banjir Daan Mogot yang terjadi di lokasi tersebut. Sebanyak 12 personel juga diterjunkan untuk mendukung operasi penyedotan air secara intensif.
Genangan air di Jalan Daan Mogot, tepatnya di KM 13 atau sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sahabat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, mencapai ketinggian 20 hingga 30 sentimeter. Kondisi ini memerlukan respons cepat dari pihak berwenang guna memulihkan kondisi lalu lintas dan aktivitas warga yang terdampak. Fokus penanganan ditekankan pada titik-titik krusial yang paling terdampak.
Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menjelaskan bahwa pengerahan pompa apung ini merupakan bagian dari strategi komprehensif. Selain pompa apung, beberapa unit pompa mobile juga disiapkan untuk menjangkau area-area dengan akses terbatas. Harapan besar tertumpu pada cuaca yang membaik dan surutnya Kali Mookervaart agar situasi segera normal kembali.
Respons Cepat Sudin SDA Jakarta Barat Atasi Penanganan Banjir Daan Mogot
Sudin SDA Jakarta Barat menunjukkan komitmennya dalam penanganan banjir Daan Mogot dengan mengerahkan sumber daya maksimal. Lima unit pompa apung dioperasikan secara terus-menerus di lokasi genangan untuk mempercepat proses surutnya air. Langkah ini diambil untuk memastikan proses penyedotan air berjalan efektif dan efisien, mengingat pentingnya akses jalan tersebut bagi mobilitas warga.
Personel yang diterjunkan tidak hanya mengoperasikan pompa, tetapi juga melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala. Mereka bertugas mengidentifikasi titik-titik genangan lain yang memerlukan perhatian segera. Koordinasi antarpetugas menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi darurat banjir ini, memastikan setiap area terdampak dapat tertangani dengan baik.
Purwanti Suryandari menegaskan bahwa prioritas utama adalah meminimalkan dampak genangan terhadap masyarakat dan infrastruktur. Upaya ini mencakup percepatan surutnya air dan memastikan akses jalan kembali normal secepat mungkin. Kesiapsiagaan tim di lapangan sangat vital untuk merespons setiap perubahan kondisi cuaca dan ketinggian air.
Titik Krusial dan Harapan di Tengah Penanganan Banjir Cengkareng
Lokasi KM 13 Jalan Daan Mogot, dekat JPO Sahabat, menjadi salah satu titik fokus utama penanganan banjir Daan Mogot. Area ini seringkali menjadi langganan genangan saat intensitas hujan tinggi, menyebabkan gangguan signifikan. Ketinggian air yang mencapai 20-30 sentimeter cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain pompa apung, Sudin SDA juga menyiapkan pompa mobile untuk area-area sulit dijangkau, seperti gang-gang sempit atau lokasi yang tidak bisa diakses kendaraan besar. Pompa jenis ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk bergerak dan menyedot air di lokasi terbatas. Strategi ini memastikan bahwa tidak ada titik genangan yang terlewatkan dalam upaya penanggulangan banjir.
Tantangan utama dalam penanganan banjir Daan Mogot adalah faktor cuaca yang tidak menentu dan kondisi Kali Mookervaart. Purwanti Suryandari berharap tidak terjadi hujan susulan yang dapat memperparah genangan dan menghambat upaya penyedotan. Selain itu, surutnya Kali Mookervaart sangat diharapkan agar aliran air dapat berjalan lancar menuju hilir dan mengurangi beban genangan.
Sumber: AntaraNews