Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara telah menyebar petugas lapangan di sejumlah lokasi banjir untuk mengatur arus lalu lintas. Langkah ini diambil guna mengarahkan pengendara agar tidak terjebak genangan air yang melumpuhkan sebagian ruas jalan di wilayah tersebut. Penempatan petugas ini bertujuan utama untuk memastikan keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Utara, Rudy Saptari Sulesuryana, menyatakan bahwa timnya telah disiagakan di jalan-jalan yang terendam banjir sejak Minggu (18/1). Petugas memiliki kewenangan penuh untuk memberhentikan pengendara sepeda motor apabila ruas jalan terendam setinggi lebih dari 20 sentimeter. Selain itu, kendaraan roda empat akan diminta memutar balik bila terdapat akumulasi genangan setinggi lebih dari 50 sentimeter.
Selain upaya pengaturan lalu lintas secara langsung, Pemerintah Kota Jakarta Utara juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA), TNI, Polri, serta pihak pengelola kawasan Ancol. Koordinasi ini bertujuan untuk memaksimalkan pengerahan pompa air, baik yang bersifat permanen maupun portabel, guna mempercepat surutnya genangan di seluruh area terdampak banjir.
Advertisement
Advertisement
Pengaturan lalu lintas banjir Jakarta Utara dilakukan dengan cermat dan adaptif, mengingat ketinggian genangan air yang bersifat situasional. Petugas Sudinhub Jakarta Utara ditempatkan di titik-titik strategis untuk memberikan arahan langsung kepada pengendara. Mereka bertugas mengidentifikasi area yang tidak aman untuk dilalui dan menyarankan rute alternatif.
Rudy Saptari Sulesuryana menekankan pentingnya kepatuhan pengendara terhadap arahan petugas di lapangan. Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri melewati jalan yang sekiranya sudah tidak bisa dilalui, demi menghindari risiko kerusakan kendaraan atau bahaya lainnya. Ketaatan pada rambu lalu lintas dan petunjuk petugas menjadi kunci utama untuk menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.
Sistem pengalihan arus ini dirancang untuk bersifat dinamis, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi genangan air. Apabila ketinggian air menurun atau meningkat secara signifikan, petugas akan segera menyesuaikan strategi pengaturan. Hal ini memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap perubahan situasi banjir di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Penanganan banjir di Jakarta Utara tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga pada upaya percepatan penyurutan air melalui koordinasi lintas sektor. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, memimpin koordinasi intensif dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memastikan seluruh pompa air berfungsi optimal. Baik pompa permanen maupun portabel dikerahkan secara maksimal untuk menyedot air genangan.
Selain itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara juga menjalin kerja sama erat dengan pihak pengelola kawasan Ancol, yang memiliki pompa internal. Pembukaan pintu air Marina juga menjadi bagian dari strategi ini, memungkinkan aliran air sungai untuk segera dialirkan ke laut. Upaya kolaboratif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan banjir secara komprehensif.
Sinergi antara Sudinhub, Dinas SDA, TNI, Polri, dan pihak swasta seperti Ancol, merupakan contoh pendekatan terpadu dalam mitigasi bencana. Dengan memaksimalkan sumber daya dan koordinasi yang baik, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir. Masyarakat juga diimbau untuk turut serta menjaga kebersihan saluran air agar tidak memperparah kondisi genangan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews