Setelah 13 Tahun, Avan Seputra Resmi Tinggalkan Satria Muda Pertamina
Pebasket legendaris Avan Seputra secara resmi mengakhiri 13 tahun kebersamaan dengan Satria Muda Pertamina. Keputusan ini menandai berakhirnya era penting bagi klub.
Pebasket senior Avan Seputra resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama klub Satria Muda Pertamina Bandung. Keputusan ini diumumkan oleh pihak klub pada hari ini, menandai berakhirnya 13 tahun kebersamaan yang penuh prestasi. Pengumuman ini menjadi sorotan di kancah Indonesian Basketball League (IBL).
Pemain asal Surabaya ini telah menjadi ikon bagi tim yang identik dengan seragam biru tersebut sejak bergabung pada 25 September 2012. Selama lebih dari satu dekade, Avan Seputra menunjukkan loyalitas dan konsistensinya di lapangan. Ia tumbuh dan berkembang bersama Satria Muda dari level junior hingga profesional.
Kepergian Avan Seputra ini menandai berakhirnya sebuah era bagi Satria Muda, yang kini tengah merombak skuadnya. Klub tersebut baru saja melakukan merger dengan Prawira Bandung dan bertekad kembali meraih gelar juara IBL. Masa depan Avan Seputra di dunia basket Indonesia masih menjadi pertanyaan menarik.
Perjalanan Gemilang Avan Seputra Bersama Satria Muda
Avan Seputra memulai karier profesionalnya bersama Satria Muda pada 25 September 2012, setelah menyelesaikan pendidikan di IPH Surabaya. Ia sebelumnya telah tampil memukau bersama tim nasional bola basket U-18 Indonesia, menunjukkan potensi besar sejak usia muda. Dalam tim kelompok usia tersebut, Avan bermain bersama nama-nama besar seperti Kevin Yonas, Kristian Liem, dan Laurentius Steven Oei.
Sejak bergabung, Avan Seputra berkembang menjadi salah satu pemain paling konsisten dan loyal dalam sejarah klub. Sebagai shooting guard andalan, ia turut mewarnai berbagai fase penting perjalanan Satria Muda. Ini termasuk transisi kompetisi nasional dari NBL ke IBL, di mana ia selalu menjadi pilar utama tim.
Selama lebih dari satu dekade, Avan Seputra tercatat terlibat dalam sederet pencapaian besar klub. Ia berhasil membawa Satria Muda meraih gelar juara NBL 2015, serta menjadi finalis NBL 2017. Di era IBL, ia turut mempersembahkan gelar juara pada tahun 2018, 2021, dan 2022. Selain berprestasi di level klub, Avan juga kembali memperkuat timnas Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina.
Momen Bersejarah dan Performa Terakhir yang Memukau
Pada IBL 2025, yang merupakan musim terakhirnya bersama Satria Muda, Avan Seputra menutup kiprahnya dengan performa yang sangat mencolok. Penampilannya di lapangan tetap menunjukkan kualitas dan kematangan sebagai seorang pebasket profesional. Ia terus menjadi ancaman bagi lawan-lawannya dengan tembakan akurat dan visi bermain yang baik.
Salah satu momen paling bersejarah terjadi dalam laga menghadapi Bali United, di mana ia mencetak 21 poin. Angka tersebut dicapai hanya dalam waktu 20 menit 11 detik penampilannya di lapangan, menunjukkan efisiensi yang luar biasa. Performa ini menjadi bukti nyata kapasitas Avan Seputra sebagai pencetak angka.
Penampilan tersebut semakin bersejarah ketika Avan Seputra membukukan rekor IBL yang fantastis. Ia berhasil menembakkan tujuh tembakan tiga angka dari tujuh kali percobaan tanpa meleset sedikit pun. Catatan statistik itu juga dilengkapi dengan satu assist, satu steal, dan tanpa melakukan turnover, menunjukkan kontribusi menyeluruh Avan Seputra.
Masa Depan Satria Muda dan Harapan untuk Avan Seputra
Keputusan Avan Seputra meninggalkan Satria Muda menandai berakhirnya era panjang seorang figur penting dalam skuad tersebut. Meskipun belum mengumumkan tujuan berikutnya, kepergiannya menimbulkan banyak spekulasi di kalangan penggemar bola basket. Kiprah Avan Seputra diharapkan tetap memberi kontribusi besar bagi perkembangan bola basket Indonesia, baik di tingkat klub maupun nasional.
Sementara itu, Satria Muda Pertamina terus berbenah setelah melakukan merger atau penggabungan dengan Prawira Bandung. Tim yang dulu bernama Satria Muda Pertamina Jakarta itu, kini terus merombak skuad guna menghadapi musim 2026. Perombakan ini dilakukan untuk menjaga daya saing tim di liga.
Skuad yang dikomandoi oleh Youbel Sondakh itu, terus berbenah dan menjaga ambisi untuk kembali juara IBL. Gelar dalam tiga edisi terakhir diraih oleh Prawira Bandung (2023), Pelita Jaya Jakarta (2024), dan Dewa United Banten (2025). Satria Muda bertekad untuk merebut kembali dominasi di kancah bola basket nasional.
Sumber: AntaraNews