Servis Rian Rahmat Jadi Kunci Kemenangan Dramatis di All England 2026, Namun Langkah Terhenti di Perempat Final
Ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, berhasil melaju ke perempat final All England 2026 berkat fokus pada servis dan pola pembukaan serangan yang efektif. Namun, perjalanan Servis Rian Rahmat di turnamen ini harus terhenti di baba
Pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, berhasil menunjukkan performa gemilang di babak 16 besar All England 2026. Mereka sukses mengalahkan ganda Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dalam pertandingan ketat yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Kamis waktu setempat. Kemenangan ini mengantarkan mereka ke perempat final turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Rian Ardianto mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan mereka terletak pada fokus yang kuat terhadap servis dan pola pembukaan serangan. Strategi ini terbukti efektif dalam menghadapi lawan dan menjaga momentum permainan. Kepercayaan diri menjadi faktor penting yang turut menunjang performa mereka di lapangan.
Meski menunjukkan dominasi di babak 16 besar, perjalanan Rian/Rahmat di All England 2026 harus berakhir di perempat final. Mereka takluk dari wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi, yang menghentikan langkah mereka untuk melaju lebih jauh dalam turnamen bergengsi ini.
Strategi Servis Efektif Hasilkan Kemenangan Dramatis
Muhammad Rian Ardianto menjelaskan bahwa fokus pada servis dan pembukaan serangan menjadi penentu kemenangan mereka atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. "Kunci kemenangan hari ini tadi kami fokus di servis dan pembukaannya. Lebih yakin dan percaya," kata Rian dalam keterangan resmi PP PBSI, Jumat.
Pertandingan babak 16 besar berlangsung sangat ketat, terutama di gim pertama. Rian/Rahmat sempat unggul, namun lawan berhasil membalikkan keadaan dan mencapai game point pada kedudukan 20-17. Situasi ini menuntut fokus dan ketenangan ekstra dari pasangan Indonesia.
Dalam tekanan, Rian/Rahmat tidak menyerah dan terus berjuang merebut poin demi poin. "Di situasi tertinggal kami berpikir pertandingan masih belum selesai, jadi mencoba fokus satu poin demi satu poin," ujar Rian. Kerja keras mereka membuahkan hasil, Rian/Rahmat berhasil membalikkan keadaan dan merebut gim pertama dengan skor 23-21.
Momentum Berlanjut, Namun Tantangan Berikut Menanti
Keberhasilan merebut gim pertama memberikan momentum positif bagi Rian/Rahmat. Pada gim kedua, mereka langsung tancap gas dengan keunggulan telak di awal. Rangkaian servis yang efektif dan komunikasi yang baik di lapangan menjadi faktor penting dalam membangun keunggulan tersebut.
Rahmat Hidayat menambahkan bahwa kemenangan di gim pertama membuat permainan mereka lebih lepas di gim berikutnya. "Di gim kedua sudah lebih enak karena berhasil ambil gim pertama. Start juga cukup bagus dari servis mas Rian dan komunikasi berjalan cukup baik," kata Rahmat.
Kemenangan dua gim langsung 23-21, 21-16 ini memastikan Rian/Rahmat melangkah ke babak delapan besar. Rian menyatakan bahwa mereka akan fokus pada pemulihan kondisi fisik sebelum menghadapi pertandingan perempat final. "Sekarang mau recovery yang baik lalu fokus bersiap untuk babak perempat final," ujarnya.
Langkah Rian/Rahmat Terhenti di Perempat Final All England 2026
Sayangnya, perjalanan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di All England 2026 harus terhenti di babak perempat final. Mereka menghadapi wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (6/3/2026) malam WIB di Utilita Arena Birmingham.
Rian/Rahmat harus mengakui keunggulan ganda China tersebut setelah kalah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 10-21. Pertandingan ini menandai pertemuan perdana antara kedua pasangan, di mana Chen Bo Yang/Liu Yi berhasil mendominasi sejak awal.
Pada gim pertama, Rian/Rahmat sempat berusaha mengimbangi permainan cepat lawan, namun tekanan bertubi-tubi dari Chen/Liu membuat mereka tertinggal. Memasuki gim kedua, pasangan China semakin tampil percaya diri dengan kontrol permainan yang solid dan serangan tajam, sehingga Rian/Rahmat kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka dan akhirnya menyerah.
Sumber: AntaraNews