Senangnya Ratusan Pemudik Solo Balik Kerja Ke Jakarta Gratis
Pemberangkatan dibagi menjadi 4 titik, yakni Solo, Lampung, Yogyakarta dan Surabaya.
Sebanyak 2.700 pemudik kembali ke tempat kerja di Jakarta, Surabaya dan sejumlah kota lainnya. Mereka diberangkatkan menumpang bus dari De Tjolomadoe, Solo, Selasa (24/3) pagi.
Pemberangkatan dibagi menjadi 4 titik, yakni Solo, Lampung, Yogyakarta dan Surabaya.
Untuk Kota Solo sebanyak 675 peserta program Balik Kerja. Mereka diberangkatkan dengan 15 armada bus dari De Tjolomadoe, bersamaan dengan ketiga Kota lainnya, Selasa (24/3).
Raut wajah mereka nampak riang gembira, karena bisa kembali ke perantauan bersama keluarga secara gratis. Kegiatan Balik Kerja gratis diinisiasi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
"Selama ini program arus balik gratis masih jarang. Kebanyakan hanya mudik gratis. Kami menjadi pelopor program balik kerja sejak empat tahun lalu,” ujar Anggota Pelaksana BPKH, Sulistyowati.
Dikatakannya, jumlah peserta Balik Kerja di masing-masing pemberangkatan sebanyak 675 orang. Tahun ini, program Balik Kerja merupakan tahun ke empat yang diselenggarakan setiap tahun.
Ia berharap program Balik Kerja memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dari pengelolaan dana haji. Untuk setiap kota, BPKH menyediakan 15 bus dengan kapasitas total 675 penumpang.
"Jumlahnya meningkat dari tahun lalu, 10 bus. Pendaftaran dibuka secara online dan antusias. Jumlah pendaftar kali ini mencapai sembilan kali lipat dari kuota," ungkapnya.
Syarat Ikut Program
Peserta program ini disyaratkan merupakan pekerja di wilayah Jabodetabek, seperti buruh pabrik, petugas kebersihan, dan pekerja sektor informal lainnya.
Titik keberangkatan arus balik difokuskan menuju sejumlah terminal di Jakarta dan sekitarnya, seperti Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, serta wilayah Tangerang dan Terminal Baranangsiang, Bogor.
"Dari empat daerah itu total peserta program Balik Kerja Bareng BPKH tahun ini mencapai sekitar 2.700 orang dari empat kota. Ke depan, BPKH membuka kemungkinan penambahan kuota jika anggaran memungkinkan, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap program ini," imbuh Sulis.
Salah satu peserta, Eli Puspitasari, mengaku sangat terbantu dengan program BPKH Balik Kerja 2026. Ia bersama empat keluarganya mengikuti program tersebut untuk kembali ke Tangerang setelah mudik ke Solo.
“Suami saya kerja sebagai buruh di Tangerang. Kami tahu program ini dari Instagram BPKH. Ini sangat membantu karena bisa menghemat ongkos sekitar Rp 1,5 juta, yang bisa kami gunakan untuk kebutuhan lain,” pungkas Eli.