Sempat Dirawat, Paus Sperma Kerdil yang Terdampar di Pantai Tembles Dinyatakan Mati
Dari hasil nekropsi kondisi Paus Sperma Kerdil itu memang sangat lemah setelah dilakukan evakuasi dari Pantai Pantai Tembles.
Paus Sperma Kerdil yang ditemukan terdampar dan diselamatkan di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, beberapa waktu lalu dinyatakan mati.
Dokter hewan Jarisan satwa Indonesia Jakarta Animal Aid Network (JSI-JAAN), drh Deny Rahmadani mengatakan, Paus Sperma Kerdil itu mati pada Rabu (28/1) sekitar pukul 15.30 WITA dan telah dilaporkan ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.
"Dan langsung kami laporkan ke BPSPL Denpasar," kata drh Deny saat dikonfirmasi Jumat (30/1) malam.
Ia menerangkan, Paus Sperma Kerdil sebelumnya dirawat di fasilitas rehabilitasi Umah Lumba JSI-JAAN di Kabupaten Buleleng, Bali, dan diputuskan dibawa karena dalam kondisi sangat lemah karena sudah dua kali terdampar, setelah diselamatkan nelayan tanggal 27 Januari 2026 malam.
Selanjutnya, pasca nekropsi tim dokter lantas melakukan penguburan tak jauh dari lokasi karantina di wilayah Buleleng dan dilaporkan atau dikoordinasikan ke BPSPL Denpasar.
Kemudian, dari hasil nekropsi kondisi Paus Sperma Kerdil itu memang sangat lemah setelah dilakukan evakuasi dari Pantai Pantai Tembles.
"Hasil nekropsi kondisi sangat lemah dengan tubuh miring ke kanan, terlihat dari nekropsi mengalami perubahan hebat terlihat dari warna kemerahan hingga kehitaman di paru-paru dan terdapat busa menandakan saat terdampar banyak air laut yang masuk ke paru-paru," ujarnya.
Evakuasi Paus Sperma Kerdil
Sebelumnya, pihak kepolisian bersama warga melakukan evakuasi terhadap seekor paus sperma kerdil yang ditemukan terdampar di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (27/1).
Paus sperma kerdil tersebut memiliki panjang sekitar 210 sentimeter diukur dari ujung mulut hingga ekor. Berdasarkan hasil pemeriksaan paus itu terdampar karena diduga mengalami disorientasi.
"Diduga paus terdampar akibat mengalami disorientasi," kata Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, Selasa (27/1).
Mamalia laut tersebut ditemukan terdampar sekitar pukul 11.25 WITA dan masih dalam keadaan hidup sehingga dilakukan penyelamatan dan dievakuasi.
Paus tersebut dievakuasi oleh tim Jaringan Satwa Indonesia (JSI) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Buleleng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.