Sebulan Buron, Penembak Warga hingga Tewas Dalam Mobil di Polewali Mandar Ditangkap
Pelaku berjumlah dua orang ditangkap polisi gabungan di Sulbar.
Kepolisian Daerah Sulawesi Barat bersama Kepolisian Resor Polewali Mandar akhirnya mengungkap pelaku penembakan terhadap Husain (35) di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Senin (22/9) lalu. Sebelumnya, Husain tewas ditembak orang tak dikenal saat mengendarai mobil.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulbar Komisaris Besar Slamet Wahyudi membenarkan penangkapan terhadap dua pelaku penembakan terhadap Husain. Hanya saja, Slamet enggan membebarkan identitas pelaku dan kronologi penangkapan.
"Iya, pelaku sudah ditangkap. Rencananya besok akan dirilis di Polres Polman," kata Slamet saat dihubungi melalui telepon, Senin (20/10).
Berdasarkan informasi dihimpun, polisi menangkap dua pelaku penembakan terhadap Husain. Kedua pelaku ditangkap di wilayah hukum Polres Polman.
Kronologi Mayat Ditemukan Warga
Sekadar diketahui, Warga Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) digegerkan mayat pria di dalam mobil dalam kondisi berlumuran darah dan terdapat luka tembak di bagian kepala. Awalnya, warga mengira mobil tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas.
Kepala Kepolisian Sektor Campalagian Inspektur Satu Arifuddin mengatakan identitas mayat pria yang ditemukan warga di dalam mobil atas nama Husain (35). Arifuddin menduga Husain yang ditemukan tewas bersimbah darah akibat ditembak di bagian kepala.
"Awalnya kami mendapatkan laporan adanya Lakalantas. Tapi setelah dilakukan penyelidikan kami menduga korban merupakan korban pembunuhan," ujarnya kepada wartawan, Senin (22/9).
Arifuddin mengungkapkan ada tiga orang di dalam mobil, yakni korban H bersama dua rekannya. Polisi menduga korban sebelumnya dibuntuti oleh orang tak dikenal (OTK) dengan menggunakan motor.
"Dua teman korban masih diperiksa. Rekannya bilang tiba-tiba ada motor ikuti langsung ditembak masuk di kepalanya. Memang ada luka di kepala (korban),” kata dia.
Sementara kerabat korban Suaib, mengatakan polisi sudah melakukan autopsi terhadap jenazah Husain di Rumah Sakit Bhayangkara, Mamuju. Suaib mengaku keluarga tak percaya Husain tewas ditembak OTK saat mengendarai mobil.
"Keluarga awalnya cuma tahu dan dapat info kalau korban ini mengalami kecelakaan. Ternyata saat diperiksa oleh polisi di RS Bhayangkara, ternyata ada luka tembak di bagian kepala," bebernya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik RS Bhayangkara Mamuju, menunjukan adanya luka tembak. Diduga korban ditembak dengan menggunakan senjata api rakitan.