Pelaku Curanmor Bersenpi Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi di Bandar Lampung

Ia tewas setelah terlibat baku tembak dengan Tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung saat aparat kepolisian berusaha menangkapnya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Pelaku Curanmor Bersenpi Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi di Bandar Lampung
Pelaku Curanmor Bersenpi Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi di Bandar Lampung (Merdeka.com)

Upaya pelarian JH (24), pelaku pencurian kendaraan bermotor asal Desa Negara Batin, Lampung Timur, berakhir tragis. Ia tewas setelah terlibat baku tembak dengan Tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung saat aparat kepolisian berusaha menangkapnya.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 12.30 WIB, di Jalan Prof. Ir. Sutami, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, tepatnya di area Kampus Universitas Lampung.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku terlibat dalam sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor di beberapa lokasi berbeda di Bandar Lampung,” kata Alfret, Kamis (1/1).

Berstatus Dalam Daftar Pencarian Orang

Dalam aksinya, JH tidak sendiri, ia dibantu rekannya berinisial SA alias I (23) yang kini masih berstatus dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Saat itu, SA lolos dari sergapan petugas saat akan dilakukan penangkapan pada saat yang bersamaan dengan pelaku JH.

Kronologi Penangkapan

Alfret menjelaskan, penangkapan kawanan curanmor ini bermula saat Tim Tekab 308 menerima informasi keberadaan kedua pelaku yang diduga turun ke Bandar Lampung menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam. Keduanya diketahui mengenakan jaket berwarna gelap.

Kemudian, sekitar pukul 03.30 WIB, petugas mendapati ciri-ciri pelaku di Jalan Jenderal Sudirman, Bandar Lampung. Selanjutnya, melakukan pembuntutan hingga ke wilayah Jalan Tirtayasa, Sukabumi.

Saat hendak diamankan di simpang Way Galih–Jalan Ir. Sutami, pelaku menyadari kehadiran polisi dan berusaha melarikan diri.

Pengejaran berlanjut hingga wilayah Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.

Sepeda motor terduga pelaku terjatuh setelah tersenggol kendaraan petugas. Keduanya kemudian melarikan diri ke area perkebunan singkong.

“Petugas telah memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Namun, salah satu pelaku justru membalas tembakan ke arah petugas,” jelasnya.

Polisi kemudian disebutnya melakukan tindakan tegas dan terukur. JH tertembak dan terjatuh, sementara SA alias I dapat melarikan diri.

Setelah tertembak, JH sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, setibanya di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, 1 pucuk senjata api rakitan, 3 butir amunisi aktif dan 1 selongsong peluru, 1 bilah badik, seperangkat kunci letter T, rekaman CCTV, jaket warna hijau dan tas warna hitam.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap SA alias I yang telah masuk dalam DPO. Sehingga, masyarakat diimbau segera melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku.

Rekomendasi