Sabar Menabung Selama 13 Tahun, Petani Tembakau Akhirnya Berangkat Haji 2025
Pria 70 tahun asal Lumajang itu tak kuasa menahan haru begitu mendapat kabar namanyamasuk dalam daftar Calon Jemaah Haji 2025.
Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Bajuri selain kabar bahwa namanya masuk dalam daftar Calon Jemaah Haji 2025.
Pria berusia 70 tahun asal Kabupaten Lumajang itu tak kuasa menahan rasa haru setelah penantian panjang selama 13 tahun terwujud.
Bajuri keseharian sebagai petani tembakau dan sedikit demi sedikit menabung untuk biaya berangkat ke Tanah Suci.
“Saya kerjanya petani tembakau. Alhamdulillah bisa dipanggil berangkat (haji) tahun ini setelah antre dari 2012,” ucapnya dengan suara bergetar, Minggu (11/5/2025), sesaat sebelum keberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Jaga kondisi fisik
Di usianya yang tak lagi muda, Bajuri tetap semangat menjaga kondisi fisik. Ia sadar bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan tubuh.
“Persiapannya fisik dijaga supaya tetap sehat nanti pas sampai sana, karena ibadahnya nanti banyak jalan kakinya,” lanjutnya.
Cerita Bajuri menjadi potret keteguhan dan kesabaran. Setiap menanam tembakau bukan hanya daun, tetapi juga harapan bisa menyisakan untuk tabungan. Setiap musim panen, disisihkan sedikit demi sedikit demi sebuah impian suci yang kini menjadi kenyataan.
Bajuri dengan ketekunan mendapat panggilan menuju puncak ibadah. Sebuah pengingat bahwa haji bukan hanya milik mereka yang berada, tapi juga bagi yang berjuang dengan penuh doa, kerja keras dan ikhlas.
Sementara itu, jemaah calon haji asal Lumajang yang berangkat pada tahun 2025 ini mencapai 861 orang. Mereka terbagi menjadi 3 kloter yakni 36,37 dan 38 yang akan diberangkatkan secara bertahap.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan semoga para jemaah bisa khidmat menjalankan ibadah di tanah suci serta bisa menjadi haji yang mabrur.
“Harapannya para jemaah ini bisa tetap sehat terutama kalangan lansia. Dan semoga bisa menjadi haji mabrur,” tutup Indah.