Ribuan Warga Meriahkan Konvoi Sambut PENAS KTNA Gorontalo 2026, Wujud Dukungan Penuh
Ribuan warga antusias mengikuti konvoi penyambutan PENAS KTNA Gorontalo 2026, menunjukkan dukungan penuh terhadap ajang nasional petani dan nelayan yang akan digelar tahun ini.
Ribuan warga di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Minggu, 7 Juni, membanjiri jalanan dalam sebuah konvoi meriah. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penyambutan serta dukungan terhadap Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang akan digelar di wilayah tersebut pada tahun 2026. Konvoi akbar ini menjadi simbol antusiasme serta persiapan matang masyarakat setempat.
Konvoi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk petani, nelayan, penyuluh pertanian, dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari berbagai wilayah. Mereka bergerak dari Gelanggang 23 Januari menuju kawasan di bawah Menara Limboto, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Partisipasi luas ini menegaskan komitmen Gorontalo sebagai tuan rumah yang siap menyambut tamu nasional.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyatakan bahwa konvoi ini merupakan manifestasi dukungan kuat masyarakat terhadap penyelenggaraan PENAS XVII KTNA 2026. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan nasional ini diharapkan dapat berjalan sukses berkat dukungan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah.
Dukungan Penuh Masyarakat dan Persiapan Matang Pemerintah Daerah
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, secara langsung menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam konvoi penyambutan PENAS KTNA Gorontalo 2026. Menurutnya, dukungan ini sangat krusial dan menjadi cerminan semangat kebersamaan untuk kesuksesan acara berskala nasional tersebut. Pemerintah daerah yakin acara akan berjalan baik dengan kolaborasi aktif dari semua pihak yang terlibat, meskipun dalam prosesnya menghadapi sejumlah tantangan.
Meskipun dalam prosesnya menghadapi sejumlah tantangan, pemerintah daerah terus mematangkan berbagai persiapan secara komprehensif untuk PENAS XVII KTNA 2026. Komitmen untuk menjadi tuan rumah yang baik tetap menjadi prioritas utama demi kelancaran seluruh rangkaian acara. Hal ini dilakukan untuk memastikan PENAS XVII KTNA berlangsung lancar dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Sofyan Puhi juga mengungkapkan bahwa peserta dari seluruh Indonesia telah mengonfirmasi kehadirannya di Kabupaten Gorontalo untuk ajang PENAS XVII KTNA 2026. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan minat yang tinggi terhadap ajang pertemuan petani dan nelayan terbesar ini. Kesuksesan acara menjadi tanggung jawab bersama, didukung oleh semangat gotong royong dari berbagai pihak.
PENAS KTNA: Memajukan Sektor Pertanian dan Perikanan Nasional
PENAS XVII KTNA merupakan platform nasional penting yang mempertemukan para petani, nelayan, dan penyuluh dari seluruh Indonesia. Selain itu, pelaku utama sektor pertanian dan perikanan dari berbagai daerah turut hadir untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman. Ajang ini menjadi sarana strategis untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan praktik terbaik dalam memajukan sektor agraria, serta membangkitkan semangat kemandirian pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan yang terbaik dalam penyelenggaraan acara ini, memastikan fasilitas dan layanan memadai bagi ribuan peserta. Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta organisasi seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) turut berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.
Kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan berbagai organisasi terkait ini diharapkan dapat menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan PENAS KTNA 2026. Tujuannya adalah untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan nasional melalui pertukaran ide, teknologi, dan jaringan, serta menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045. PENAS KTNA menjadi momentum penting bagi kemajuan berkelanjutan sektor agraria di Indonesia.
Sumber: AntaraNews