Raih Rp 15 Juta, Sanggar Elpro Art Dance Juara Indonesia Menari 2025 Jakarta dengan Hiphop Modern
Sanggar Elpro Art Dance Jakarta Selatan berhasil menjadi Juara Indonesia Menari 2025 di Jakarta, membawa pulang Rp15 juta berkat adaptasi tarian modern yang inovatif.
Tujuh peserta dari Sanggar Elpro Art Dance Jakarta Selatan baru-baru ini berhasil meraih gelar juara pertama dalam kompetisi Indonesia Menari 2025. Acara bergengsi ini diselenggarakan pada Minggu, 13 Oktober, di sebuah mal terkemuka di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kemenangan ini menandai pencapaian signifikan bagi kelompok tari tersebut, menunjukkan bakat dan dedikasi luar biasa mereka di panggung nasional.
Tim pemenang, yang terdiri dari Tellyana Bella Savina, Tiara Savina Anindya Putri, Nada Raihanum Hidayat, Aprilia Cahya Ningrum, Chira Leilani Shareez, Aisyah Candrawati Raisgandini, dan Fahira Nur Alika, berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan senilai Rp15 juta. Pendekatan inovatif mereka terhadap koreografi, yang memadukan tarian modern dengan elemen hiphop, berhasil memukau para juri. Gaya unik ini membantu mereka menonjol di antara ratusan peserta lain di ibu kota.
Menurut Tellyana, kesuksesan mereka berasal dari adaptasi hiphop ke dalam koreografi wajib, menciptakan gerakan yang dinamis dan segar. Strategi ini, dikombinasikan dengan sinkronisasi dan kedisiplinan mereka yang luar biasa, terbukti menjadi formula kemenangan. Kompetisi ini bertujuan untuk merayakan dan melestarikan budaya Indonesia melalui tari, menarik peserta dari seluruh penjuru negeri.
Inovasi Tari Modern Elpro Art Dance Menarik Perhatian Juri
Perwakilan regu penari dari Elpro Art Dance, Tellyana, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya. “Kami menampilkan variasi tarian modern dengan mengadaptasi hiphop untuk menciptakan gerakan yang lebih baru dan dinamis dari koreografi yang diwajibkan dalam kompetisi ini," ujarnya. Adaptasi ini memberikan sentuhan segar pada koreografi wajib yang merupakan karya Bathara Saverigadi Dewandoro, seorang tokoh seni tari muda dan Art Director di Swargaloka Art.
Rianto Lengger, juri utama kompetisi Indonesia Menari 2025 di Jakarta, menyoroti kualitas penampilan Sanggar Elpro Art Dance. Menurutnya, penampilan peserta terlihat selaras dan harmoni karena mengutamakan kekompakan dan kedisiplinan gerakan dari para penarinya. Aspek kekompakan dan kedisiplinan ini sangat terlihat saat juri menilai pola lantai dan kepatuhan peserta terhadap koreografi yang diwajibkan secara nasional.
Penampilan memukau dari tujuh penari ini berhasil mengungguli 593 peserta lainnya di Jakarta. Mereka melewati seleksi penjurian yang ketat di panggung utama, di mana para peserta menari serentak sebanyak dua putaran. Selain Elpro Art Dance, dua kelompok terbaik lainnya juga mendapatkan apresiasi berupa hadiah uang pembinaan, yaitu juara kedua memperoleh Rp12.500.000 dan juara ketiga mendapatkan Rp10.000.000, sementara pengumuman pemenang kategori kostum favorit akan diumumkan pada 21 Oktober 2025.
Ribuan Peserta Ramaikan Indonesia Menari 2025 di Berbagai Kota
Kompetisi Indonesia Menari 2025 di Jakarta berhasil menarik sekitar 600 peserta yang memenuhi area mal Grand Indonesia. Jumlah ini merupakan bagian dari total lebih dari 8.000 peserta lainnya yang tersebar di 11 kota di seluruh Indonesia, yang juga menjadikan area mal sebagai arena penampilannya. Konsep #MenaridiMall ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta dan penonton.
Rieka Asy Syam, perwakilan Indonesia Kaya, menjelaskan bahwa kompetisi ini menjadikan #MenaridiMall sebagai wadah inklusif bagi generasi muda. Tujuannya adalah untuk mengapresiasi dan melestarikan budaya nusantara melalui seni tari. "Indonesia Menari 2025 diharapkan menjadi platform penting dalam memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya nusantara," kata Rieka.
Dalam setiap penampilan, peserta diwajibkan mengenakan busana adat. Para juara pertama dari Sanggar Elpro Art Dance di Jakarta memilih untuk mengenakan busana adat Batak dan Betawi. Busana ini dipadukan dan divariasikan sedemikian rupa agar terkesan modern, menunjukkan kreativitas mereka tidak hanya dalam gerakan tari tetapi juga dalam presentasi visual.
Sumber: AntaraNews