Rahmat Gobel Sebut Indonesia Bukan Cuma Butuh Lapangan Kerja, Ini yang Paling Penting
Gobel menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dan generasi muda dalam membangun bangsa melalui transfer teknologi.
Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rahmat Gobel menegaskan, yang dibutuhkan Indonesia saat ini bukan sekadar penciptaan lapangan kerja. Melainkan pembangunan industri dalam negeri yang berbasis teknologi dan pengetahuan.
Gobel menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dan generasi muda dalam membangun bangsa melalui transfer teknologi.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Testimoni, Bedah Buku dan Seminar bertajuk 'Belajar dari Gobel: Falsafah Pancasila, Industrialisasi Nasional, Kewirausahaan dan Inovasi Teknologi' di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan, Selasa (17/6).
"Jadi kepada mahasiswa mahasiswa pejuang, ini yang dibutuhkan Indonesia menurut saya, bukan hanya kita membutuhkan kita perlu lapangan kerja, enggak, kita bisa ikut mengabdi apa yang kita bisa buat," kata Gobel.
Dia mengkritisi pendekatan pemerintah yang terlalu fokus pada investor asing hanya untuk menciptakan lapangan kerja semata, tanpa memperhatikan nilai tambah berupa alih teknologi.
"Sebetulnya Indonesia butuh itu sekarang, daripada lapangan kerja semata-mata, makanya saya kepada pemerintah saya selalu mengingatkan, kita kalau mengundang investor jangan cuma investor yang hanya penting ada lapangan kerja, bukan," tuturnya.
Contoh Garmen dan Sepatu
Gobel mencontohkan industri garmen dan sepatu yang hadir tanpa menyumbang perkembangan teknologi. Padahal Indonesia memiliki akademisi dari fakultas teknologi.
"Kalau yang lapangan kerja terkadang yang lalu kita buka pintu seluasnya untuk industri apa? Garmen dari Taiwan, sepatu dari Taiwan ataupun yang lain, teknologinya enggak ada di situ, sementara kita punya sekolah yang mendidik ada fakultas teknologi, ini kita kan harus di link-kan," kata Gobel.
"Kalau itu cuma jahit, cuma itu dimana teknologinya? Justru pemerintah harus membuat konsep investasi seperti ini harus kita buat," sambungnya.
Gobel menyoroti kesuksesan perusahaan seperti Toyota yang kini hampir sepenuhnya dijalankan oleh tenaga kerja Indonesia, termasuk selama masa pandemi.
Jaga Pasar Domestik
Hal ini, menurutnya, merupakan bukti bahwa transfer teknologi bisa terjadi dan sesuatu yang harus menjadi prioritas ke depan.
"Toyota, hampir semua decisionnya orang Indonesia pak, pabriknya sudah hampir orang Indonesia semua, ketika Covid enggak ada orang Jepang satu pun, yang ada bisa semua orang Indonesia yang mengoperasikannya, perusahaan saya juga begitu sudah semua Indonesia yang mengerjakan, Covid dua tahun pak," ungkapnya.
"Artinya transfer teknologi, transfer knowledge sudah terjadi, nah ini kembali kita sebagai negara besar kita perlu membangun industri di dalam negeri," tambahnya.
Lebih lanjut, Gobel mengingatkan pentingnya menjaga pasar domestik agar tidak hanya menjadi ajang serbuan produk asing. Namun, juga sebagai alat untuk menguasai teknologi dan membangun kemandirian industri nasional.
"Maka saya selaku sampaikan juga kepada pemerintah, maupun melalui parlemen penting dijaga pasar Indonesia karena ini kekuatan kita, jangan kita buka-buka nih pasar, karena bukan hanya sekadar kesempatan untuk orang bekerja, penguasaannya teknologinya harus kita kuasai dengan pasar di Indonesia," pungkasnya.