Program Bersertifikasi untuk SDM Kendaraan Listrik, Siap Dukung Industri Hijau Indonesia
Penguatan kompetensi SDM melalui sertifikasi yang diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
ENTREV menggelar workshop untuk memperkuat kurikulum dan program pelatihan dengan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem pelatihan yang adaptif, relevan, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara regulator, dunia pendidikan, dan industri.
Project Coordinator ENTREV, Eko Adji Buwono, mengatakan Program kolaborasi Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP), bersama Su-Re.co (Sustainability & Resilience – Sure Tangguh Think Tank) dan Spora Institute ini merupakan penyelarasan kurikulum bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga strategi nasional untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik yang kuat dari hulu ke hilir.
Ia menegaskan, penguatan kompetensi SDM melalui sertifikasi yang diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan memastikan lulusan SMK lebih siap kerja dan lebih mudah diterima di industri.
"Transformasi menuju kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Kita perlu memastikan SDM kita memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Eko.
Kesiapan SDM untuk Transformasi Industri Kendaraan Listrik
Berdasarkan data riset Su-Re.co yang dipaparkan oleh Iqbal Lisan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia memiliki potensi ekonomi besar serta kebutuhan tenaga kerja signifikan. Diperkirakan pada tahun 2030, dibutuhkan hingga 63.500 tenaga kerja terampil untuk mendukung target reduksi emisi sebesar 7,25 juta ton CO₂.
Peluang kerja terbuka luas di sektor konversi kendaraan listrik yang padat karya, dengan rasio penyerapan 20 tenaga kerja per 1.000 unit kendaraan. Momentum ini juga menjadi peluang bagi 125.000 lulusan Teknik Sepeda Motor (TSM) setiap tahun untuk meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi khusus.
Dukungan Pemerintah dan Industri
Achmad Rawangga Yogaswara dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kementerian Perindustrian, menilai inisiatif ini sejalan dengan agenda penguatan SDM industri nasional.
"Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan kurikulum pendidikan dan pelatihan industri selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kami menyambut baik langkah ENTREV dalam membangun standar kompetensi yang relevan dan berdaya saing," ujarnya.
Dukungan serupa datang dari sektor pendidikan vokasi. Muhammad Habib dari Direktorat SMK, Ditjen Vokasi, Kemendikdasmen, menekankan bahwa penyelarasan kurikulum menjadi kunci agar lulusan SMK memiliki peluang lebih besar terserap di industri kendaraan listrik.
"Kami melihat pengembangan KBLBB sebagai peluang besar bagi lulusan vokasi. Dengan kurikulum yang tepat dan pelatihan terstandar, peserta didik akan lebih siap menghadapi kebutuhan industri masa depan," kata dia.
Membangun SDM Unggul untuk Industri Hijau
ENTREV menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri. Melalui penyelarasan kurikulum dan program pelatihan yang tepat sasaran, Indonesia diharapkan mampu mencetak SDM unggul yang siap mendukung transformasi industri menuju kendaraan listrik yang lebih hijau, berkelanjutan, dan kompetitif.