Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengambil langkah strategis dengan mempercepat program pelatihan berbasis listrik. Inisiatif ini bertujuan mencetak teknisi terampil yang mampu bersaing di berbagai kawasan industri yang terus berkembang, khususnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Percepatan program pelatihan listrik industri Pekalongan ini merupakan respons langsung terhadap kebutuhan tenaga kerja handal di sektor industri. Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan kini tidak lagi hanya berfokus pada instalasi kelistrikan rumah tangga, melainkan beralih ke sistem kelistrikan industri yang jauh lebih kompleks dan aplikatif.
Pergeseran kurikulum ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu menjawab tantangan di dunia industri. Instruktur jurusan listrik BLK Kota Pekalongan, Dunung Aji Praseno, menegaskan bahwa banyak perusahaan baru akan tumbuh di KITB dan sangat membutuhkan teknisi handal.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Kurikulum untuk Kebutuhan Industri
Transformasi kurikulum di Balai Latihan Kerja Kota Pekalongan menandai perubahan signifikan dalam pendekatan pelatihan. Fokus utama kini beralih dari kelistrikan rumah tangga ke sistem kelistrikan industri yang menuntut keahlian lebih spesifik dan mendalam.
Dunung Aji Praseno menjelaskan, "Banyak perusahaan baru akan tumbuh di KITB dan membutuhkan teknisi handal. Oleh karena itu, pelatihan kami geser ke listrik industri agar lulusan bisa langsung menjawab tantangan kerja." Perbedaan mendasar antara listrik rumah tangga dan listrik industri menjadi alasan utama dalam transformasi kurikulum ini.
Kelistrikan rumah tangga umumnya hanya menitikberatkan pada instalasi sederhana seperti lampu, saklar, dan stop kontak. Sebaliknya, pelatihan listrik industri mencakup kontrol mesin yang canggih, otomatisasi proses produksi, dan efisiensi operasional secara keseluruhan. Ini merupakan keahlian krusial yang sangat dibutuhkan oleh sektor manufaktur modern.
Advertisement
Di sektor industri, teknisi mengendalikan sistem dan program mesin. "Satu orang bisa meng-handle beberapa mesin sekaligus jauh lebih efisien dibanding operator yang biasanya hanya menangani satu mesin, Tentunya ini yang dibutuhkan di industri," tambah Dunung. Pelatihan listrik industri Pekalongan ini membekali peserta dengan kemampuan tersebut.
Advertisement
Antusiasme Peserta dan Prospek Kerja Cerah
Program pelatihan listrik industri Pekalongan ini menarik minat tinggi dari berbagai kalangan. Peserta angkatan ini berasal dari latar belakang yang beragam, dan sebagian besar merupakan pemula yang memiliki semangat belajar yang luar biasa.
Antusiasme mereka tidak terlepas dari harapan besar untuk segera mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan. Saat wawancara, "rata-rata mereka menyampaikan keinginan kuat untuk segera bekerja setelah lulus dari pelatihan,” kata Dunung Aji Praseno, menggambarkan motivasi kuat para peserta.
Pihak BLK Kota Pekalongan sangat optimistis terhadap prospek lulusan. Kombinasi kurikulum berbasis industri, penggunaan teknologi Programmable Logic Controller (PLC), serta praktik terapan yang intensif menjadi kunci utama. Dukungan penuh dari pemerintah daerah juga memperkuat keyakinan bahwa program ini akan mencetak teknisi listrik industri yang siap terjun ke dunia kerja.
Advertisement
Dengan keahlian yang relevan dan permintaan pasar yang tinggi, lulusan pelatihan listrik industri Pekalongan ini diharapkan dapat mengisi kekosongan tenaga teknis di berbagai perusahaan, terutama di Kawasan Industri Terpadu Batang. Ini menjadi investasi jangka panjang untuk pengembangan sumber daya manusia lokal.
Sumber: AntaraNews