Airlangga Dorong Pelatihan Vokasi Nasional untuk Angkatan Kerja Muda, Siapkan SDM Unggul 2045

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tekankan pentingnya Pelatihan Vokasi Nasional bagi angkatan kerja muda, termasuk lulusan SMA/SMK, demi wujudkan SDM Unggul Indonesia Emas 2045.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Airlangga Dorong Pelatihan Vokasi Nasional untuk Angkatan Kerja Muda, Siapkan SDM Unggul 2045
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tekankan pentingnya Pelatihan Vokasi Nasional bagi angkatan kerja muda, termasuk lulusan SMA/SMK, demi wujudkan SDM Unggul Indonesia Emas 2045. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti urgensi pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) bagi generasi muda di Indonesia. Inisiatif ini secara spesifik ditujukan kepada angkatan kerja muda, termasuk para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan memasuki dunia kerja.

Pernyataan ini disampaikan Menko Airlangga di Jakarta pada hari Jumat, 27 Februari 2026, sebagai bagian dari visi pemerintah. Kebijakan ini selaras dengan tujuan nasional untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

Pemerintah menyadari pentingnya langkah strategis ini mengingat besarnya kontribusi lulusan SMA dan SMK terhadap total angkatan kerja nasional. Program Pelatihan Vokasi Nasional diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang pesat.

Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa jumlah lulusan SMA dan SMK pada periode 2024-2025 mencapai 3,28 juta orang. Angka ini merepresentasikan potensi besar yang perlu dioptimalkan melalui program peningkatan kompetensi.

Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa lulusan SMA berkontribusi sekitar 20 persen atau setara dengan 31,05 juta orang dari total angkatan kerja Indonesia. Sementara itu, lulusan SMK menyumbang 14 persen atau 20,8 juta orang dari keseluruhan 148 juta angkatan kerja nasional.

Melihat data tersebut, pemerintah menilai bahwa angkatan kerja muda harus memiliki keahlian spesifik dan sertifikat kompetensi yang diakui. Kepemilikan sertifikasi ini akan secara signifikan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal.

Guna menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyiapkan program Pelatihan Vokasi Nasional. Program ini secara khusus dirancang bagi lulusan SMA dan SMK dan direncanakan akan dimulai pada bulan April 2026.

Kemnaker telah membuka tahap pertama Pelatihan Vokasi Nasional dengan menyediakan 37 kelompok pelatihan atau kejuruan yang beragam. Bidang-bidang yang ditawarkan meliputi teknologi informasi, komunikasi, bisnis, manajemen, pariwisata, fesyen, otomotif, kelistrikan, mekanisasi pertanian, hingga konstruksi.

Proses pelatihan vokasi akan dilaksanakan dengan berbagai metode, mencakup daring, luring, dan hibrida, untuk menjangkau lebih banyak peserta. Seluruh sesi pelatihan akan didampingi oleh para mentor yang telah bersertifikasi, memastikan kualitas pengajaran yang optimal.

Pemerintah tidak hanya menyediakan program pelatihan, tetapi juga memberikan sejumlah fasilitas pendukung bagi para peserta. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan peserta dapat fokus mengikuti pelatihan tanpa terkendala masalah dasar.

Para peserta program akan mendapatkan makan siang, uang transportasi senilai Rp20 ribu per hari, serta asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan peserta selama masa pelatihan.

Selain itu, peserta juga akan menerima modul-modul pelatihan yang komprehensif dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah berhasil menyelesaikan program. Menko Airlangga berharap program ini dapat mempersingkat jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui laman skilhub.kemnaker.go.id.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi