Pramono sebut Revitalisasi Pasar Taman Puring Tunggu Kesepakatan Internal Pedagang
“Saya bilang, tolong dipastikan dulu, diselesaikan dulu di internal,” ungkap Pramono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa rencana revitalisasi Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pasca kebakaran besar pada Juli 2025 akan dilaksanakan setelah tercapai kesepakatan di antara para pedagang.
“Saya sudah dua kali menerima para pedagang Taman Puring. Ketika kebakaran terjadi, saya sudah berkeinginan untuk segera melakukan perbaikan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/10).
Namun diakuinya, langkah itu tertunda karena munculnya penolakan dari sebagian pedagang, yang kemudian menjadi viral di media sosial.
“Pada waktu itu, asosiasi pedagang ada yang kemudian menolak untuk dilakukan perbaikan secara terbuka dan viral,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak ingin program revitalisasi menimbulkan gesekan antarpedagang. Karena itu, pelaksanaan akan dilakukan setelah ada kesepakatan internal.
“Saya bilang, tolong dipastikan dulu, diselesaikan dulu di internal,” tegasnya.
Mayoritas Pedagang Berasal dari Madura
Gubernur Pramono juga mengungkapkan bahwa mayoritas pedagang di Pasar Taman Puring berasal dari Jawa Timur, khususnya masyarakat Madura, yang selama ini dikenal memiliki hubungan baik dengannya.
“Saya cukup dekat dengan itu. Jadi saya ingin prosesnya berjalan baik, tanpa ada lagi penolakan seperti sebelumnya,” tutur Pramono.
Menurutnya, Pemprov DKI berkomitmen memperbaiki kawasan pasar tersebut agar aktivitas ekonomi warga bisa segera pulih dan kehidupan para pedagang kembali normal.
Kronologi Kebakaran dan Kerugian
Pasar Taman Puring terbakar hebat pada Senin, 28 Juli 2025 sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian besar, dengan estimasi mencapai Rp30 miliar.
Sebanyak 500 hingga 724 kios hangus terbakar, meliputi berbagai jenis usaha seperti penjual sepatu, pakaian, parfum, elektronik, hingga aksesori.
Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 1.500–2.000 meter persegi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Proses pemadaman melibatkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan petugas yang bekerja hingga malam hari.