Sejarah Pasar Taman Puring: Berjaya di Generasi 90-an, Tempat Loak Rasa Mal Sudah 3 Kali Terbakar

Di sana, tak sedikit para pedagang yang menawarkan barang dagangannya mulai dari sepatu, pakaian bermerek hingga peralatan olahraga

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Sejarah Pasar Taman Puring: Berjaya di Generasi 90-an, Tempat Loak Rasa Mal Sudah 3 Kali Terbakar
Sejarah Pasar Taman Puring: Berjaya di Generasi 90-an, Tempat Loak Rasa Mal Sudah 3 Kali Terbakar (Merdeka.com)

Pasar Taman Puring atau biasa dikenal dengan istilah Tampur, merupakan salah satu pasar loak yang berada di kawasan Jakarta Selatan.

Di sana, tak sedikit para pedagang yang menawarkan barang dagangannya mulai dari sepatu, pakaian bermerek hingga peralatan olahraga lainnya dengan harga yang masih terjangkau.

Namun, yang paling popular di pasar tersebut adalah produk seperti sepatu, tas, barang antik dan juga sejumlah barang elektronik.

Pada masa kejayaannya di tahun 90-an, Pasar Taman Puring pernah menjadi idola. Acap kali anak 90-an belanja di Tampur. Sepatu, menjadi item paling diburu. Berbagai merek tersedia di Tampur. Meski, termasuk pasar loak namun, anak 90an cukup berbangga hati jika telah bahkan berlangganan bolak balik Tampur.

"Kalau dulu sih belanja di Tampur tuh kayanya sudah gaul banget. Sah jadi anak Jaksel lah istilah," ucap Rahma kepada merdeka.com.

Ia mengatakan, teman satu generasinya banyak yang sering berbelanja di Tampur. Atau hanya sekedar nongkrong. "Kan kalau dulu tuh biarpun pasar loak tapi barang-barangnya bagus. Ditambah dulu toko online belum menjamur seperti sekarang. Kalaupun dompet lagi cekak, ya biasa saya sama teman-teman cukup sekedar nongkrong saja, jalin pertemanan," tuturnya.

Lokasi yang terbilang strategis, membuat Pasar Taman Puring ini menjadi titik kumpul muda mudi dari sejumlah wilayah. "Dekat sama Bulungan, Barito, Terminal Blok M. Jadi memang strategis sekali ya. Apalagi Terminal Blok M dulu kan ramai banget orang dari mana-mana pasti transit di sana," katanya.

Dikutip dari sejumlah sumber, untuk Pasar Tampur ini diketahui sudah berdiri sejak tahun 1960-an. Meski sudah berdiri lebih dari 60 tahun, pasar tersebut tetap masih menjadi pilihan untuk masyarakat yang ingin mencari barang mewah dengan harga terjangkau.

Sehingga, tak sedikit masyarakat yang mendatangi toko tersebut meski saat ini sudah dimanjakan dengan melalui online untuk membeli barang.

Karena, dengan mendatangi toko itu secara langsung bisa melihat kualitas dari barang yang ingin dibeli.

Kemudian, untuk masyarakat yang ingin berbelanja di pasar tersebut tak perlu untuk membeli tiket masuk. Karena, mereka yang datang ke sana hanya akan dikenakan biaya parkir saja sebesar Rp3.000.

Taman Puring.
Ilustrasi Taman Puring. (antoni halim / Shutterstock.com) @ 2023 merdeka.com

Meski begitu, Pasar Tampur ternyata pernah mengalami atau dilanda kebakaran pada tahun 2002 silam. Saat itu, sebanyak 580 kios hangus terbakar pada pukul 03.15 Wib.

Tiga tahun berlalu, pasar itu kembali dilanda musibah kebakaran yang terjadi pada 13 April 2005. Ketika itu, sebanyak 80 kios hangus terbakar dengan peristiwa yang terjadi pada pukul 18.30 Wib.

Sehingga, sudah tiga kali pasar tersebut mengalami kebakaran yaitu pada 29 Juni 2002, 13 April 2005 dan 28 Juli 2025. Namun, pada kebakaran yang ketiga ini belum diketahui secara pasti penyebabnya dan berapa jumlah kios yang terbakar hingga korban.

Detik-Detik Pasar Tampur Kebakaran

Asap putih membumbung tinggi tidak disangka menjadi pertanda kebakaran hebat Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan hari ini. Jelang maghrib, Ruslan (42) masih santai duduk di dalam kios kelontong.

Tidak ada ledakan, hanya asap pelan-pelan menebal. Ruslan menoleh kanan dan kiri, merasa firasatnya buruk.

"Saya langsung lari, enggak mikirin dagangan," tutur Ruslan di lokasi kebakaran, Senin (28/7/2025).

Pedagang stok minuman itu hampir terlambat. Pasalnya, panasnya api kebakaran bisa menyentuh kulit.

"Lagi beres-beres duduk di tengah. Terus ada api nyebar ke sini kencang. Cepat banget. Langsung lari keluar. Nggak kuat panas suhunya," jelas dia.

Momen yang dialami Ruslan itu bersamaan dengan azan maghrib. Menurut dia, ini kali ketiga dia mengalami kebakaran. Sebelumnya pernah terjadi kebakaran pada 2002, 2005 dan 2025 ini yang diyakini paling parah.

Rekomendasi