Prabowo Minta Jajaran Gerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor di Sumatera
Pemerintah telah menerjunkan tim ke berbagai wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya usai melaporkan secara langsung.
“Ya, Presiden minta dikoordinasikan dengan cepat, itu ya, gitu ya. Jadi, tadi utamanya koordinasikan program-program prioritas di lapangan, sinergi antar-kementerian terkait program prioritas, situasi akhir tahun, dan bergerak cepat tangani bencana,” tutur Bima Arya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/11).
Menurut Bima Arya, pemerintah telah menerjunkan tim ke berbagai wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Terlebih, cuaca ekstrem memang terdeteksi di momen menjelang akhir tahun.
“Ya, Sumatera Utara, Sumbar, semua, daerah sanalah semua, ya. Karena menurut BMKG, ini November ini memang peak-nya. Terutama di daerah-daerah itu,” jelas dia.
Yang pasti, kata Bima Arya, koordinasi terus dilakukan antar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, mulai dari penanganan hingga upaya antisipasi ke depannya.
“Ya ini, kami sedang koordinasikan, ya. Kami pantau terus laporan terakhir, ya,” Bima Arya menandaskan.
Banjir dan Longsor Landa Sumatera
Sebelumnya, banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatera membuat pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan berbagai langkah penanganan. Salah satunya dengan operasi modifikasi cuaca, demi mengatasi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi berhari-hari ke belakang.
Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan, pihaknya sempat meninjau ke sejumlah lokasi bencana. Koordinasi pun dilakukan dengan pemerintah daerah agar memberikan penanganan darurat secara optimal, seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak maupun evakuasi warga yang harus diungsikan.
"Hampir seluruhnya sekarang ini hujan ekstrem yang mengakibatkan banjir dan longsor. Jadi kami memiliki operasi modifikasi cuaca. Jika memang cuaca sangat ekstrem maka operasi modifikasi cuaca ini akan dilakukan untuk memindahkan turunnya hujan ke tempat lain," turut Rustian dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem kali ini dipicu adanya bibit siklon tropis 95B. Rustian pun mengulas hasil kunjungan ke beberapa titik terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan.
"Empat hari hujan berturut-turut, ini hampir seluruh kabupaten-kota di Sumatra Barat, terkena banjir dan longsor. Cuaca memang sangat ekstrem sehingga ini menyebabkan banjir dan longsor. Ini mengakibatkan banyaknya warga yang mengungsi dan rusaknya infrastruktur," jelas dia.
Seperti yang terjadi di Padang Pariaman, infrastruktur jalan terputus akibat tergerus air dan amblas. Salah satunya ruas jalan Jambak-Lubuk Simantung di Nagari Salibutan Korong Sakayan, Kecamatan Lubuk Alung, dengan badan jalan sepanjang 200 meter yang terputus.
"Selain itu, jembatan, seperti yang disampaikan Bupati Padang Pariaman, dan juga beberapa sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor, masjid dan musala di 13 kabupaten-kota, Rustian menandaskan.