Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana, Bahas Pangan, BBM hingga Antisipasi Dampak Perang Iran
Bahlil memperkirakan fokus utama diskusi tetap berkaitan dengan persiapan Idul Fitri dan ketersediaan energi.
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (10/3/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari ketersediaan pangan, pasokan bahan bakar minyak (BBM), hingga persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri.
Sejumlah menteri yang tiba di kompleks Istana menyebut agenda rapat berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran, sekaligus merespons dinamika global yang berpotensi berdampak pada perekonomian nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan dirinya baru akan mengetahui secara rinci agenda pembahasan setelah rapat berlangsung. Namun, ia memperkirakan fokus utama diskusi tetap berkaitan dengan persiapan Idul Fitri dan ketersediaan energi.
"Ya hari ini kita diundang rapat oleh Bapak Presiden, pembahasannya seperti apa nanti setelah rapat baru saya kasih informasi, tapi feeling saya masih tetap terkait dengan urusan persiapan hari Raya Idulfitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Selain isu domestik, rapat tersebut juga diperkirakan menyinggung perkembangan geopolitik global, khususnya meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sempat mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Bahlil menjelaskan, harga minyak mentah dunia sempat menembus angka lebih dari 100 dolar AS per barel sebelum akhirnya kembali turun. Fluktuasi yang terjadi dalam waktu singkat ini menjadi perhatian pemerintah.
"Dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, karena kita tahu kemarin harga BBM naik mencapai di atas 100 dolar per barel dan tadi hari ini sudah turun di bawah 100 barel per day sekitar 80-90 dolar. mmg terjadi fluktuasi yang sangat cepat sekali. Itu mungkin yang kita bahas," jelasnya.
Stabilitas Fiskal Jadi Perhatian, Pasokan Pangan Dipastikan Aman
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dirinya juga akan membahas kondisi stabilitas fiskal bersama Presiden. Meski demikian, ia belum memaparkan secara detail isu-isu yang akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut.
"Saya juga akan nanya stabilitas fiskal," ucapnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ketersediaan bahan pangan menjelang Lebaran dalam kondisi aman. Ia juga memastikan harga kebutuhan pokok tetap berada pada level yang terjangkau bagi masyarakat.
"Pangan aman, tersedia Insya Allah harga terjangkau," tutur Zulhas.
Sejumlah Menteri Hadir
Rapat di Istana Kepresidenan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Pertemuan ini menjadi bagian dari koordinasi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.