PP Muhammadiyah Perkuat Pembekalan Muhammadiyah Malaysia untuk PCIM dan PCIA Periode 2025-2027
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pembekalan Muhammadiyah Malaysia bagi PCIM dan PCIA periode 2025-2027 di Selangor, mengukuhkan Islam Berkemajuan sebagai pilar gerakan global dan penguatan organisasi.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan pembekalan penting bagi para pemimpin Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dan Pimpinan Cabang Istimewa 'Aisyiyah (PCIA) Malaysia periode 2025-2027. Acara strategis ini berlangsung di Rumah Hamka, Gombak, Selangor, Malaysia, pada hari Sabtu, 10 Januari. Pembekalan ini bertujuan untuk memperkuat fondasi gerakan Muhammadiyah di kancah internasional dan memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang progresif.
Kegiatan pembekalan ini secara khusus mengusung tema "Islam Berkemajuan Sebagai Pilar Gerakan Global Muhammadiyah di Malaysia". Seluruh jajaran pemimpin PCIM dan PCIA Malaysia turut hadir, menunjukkan komitmen kuat terhadap visi dan misi organisasi. Mereka mendapatkan arahan langsung dari dua tokoh penting PP Muhammadiyah yang memiliki keahlian di bidangnya.
Pembekalan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi, dan Pembinaan Angkatan Muda PP Muhammadiyah, Agung Danarto, serta Ketua Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman. Kedua pembicara memberikan materi yang relevan dan inspiratif, menggarisbawahi esensi Islam Berkemajuan dalam konteks gerakan global.
Mengukuhkan Islam Berkemajuan dan Tauhid Penggerak
Agung Danarto dalam materinya menegaskan bahwa Muhammadiyah berkemajuan jauh melampaui sekadar dakwah dari mimbar ke mimbar, melainkan sebuah kerja menyeluruh yang berorientasi pada pemberian solusi konkret bagi masyarakat. Konsep ini mendorong setiap kader untuk tidak hanya berteori, tetapi juga beraksi nyata dalam berbagai lini kehidupan. Ia mencontohkan, amal usaha bisnis (Wasola) yang dikelola oleh PCIM dan PCIA Malaysia dapat berfungsi sebagai media dakwah serta sarana kaderisasi yang efektif.
Lebih lanjut, Agung mengingatkan para pemimpin PCIM dan PCIA Malaysia akan urgensi mendalami Islam berkemajuan yang berlandaskan pada Tauhid. Tauhid yang dimaksud bukan hanya keyakinan kepada Allah semata, melainkan juga tauhid yang menggerakkan setiap individu untuk bertindak. Sebagai seorang pimpinan, tidak diperbolehkan untuk berdiam diri, melainkan harus memiliki semangat tauhid penggerak untuk terus berinovasi dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang ada.
Prinsip ini menjadi landasan penting bagi pengembangan organisasi Muhammadiyah di Malaysia. Dengan pemahaman yang kuat terhadap Islam berkemajuan dan tauhid penggerak, diharapkan PCIM dan PCIA dapat menjadi motor penggerak perubahan positif. Hal ini sejalan dengan upaya Muhammadiyah untuk terus relevan dan memberikan dampak nyata di tingkat global, khususnya di Malaysia.
Menjalin Ukhuwah dan Dinamika Kepemimpinan Organisasi
Sementara itu, Agus Taufiqurrohman dalam sesi pembekalannya mengingatkan kembali pesan penting dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Pesan tersebut menegaskan bahwa PCIM Malaysia merupakan wadah vital untuk menjalin ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama warga persyarikatan. Ukhuwah ini harus dilandasi oleh semangat ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta'awun (saling bekerja sama), dan takaful (saling menjamin).
Agus juga menyampaikan pesan krusial mengenai pentingnya saling membantu dan mempercayai di antara seluruh pemimpin dalam organisasi Muhammadiyah. Ia mengakui bahwa dinamika alamiah dalam kepemimpinan organisasi selalu ada, dengan adanya pergantian antara pimpinan lama dan baru. Pimpinan yang lama diharapkan dapat melepas jabatannya dengan lapang dada, sementara pimpinan yang baru harus siap menyambut amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.
Pesan ini sangat relevan untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar dan harmonis. Dengan semangat kebersamaan dan kepercayaan, organisasi dapat terus bergerak maju tanpa hambatan internal. Hal ini juga menjadi kunci untuk menjaga soliditas dan efektivitas gerakan Muhammadiyah di Malaysia dalam menjalankan program-programnya.
Proses Seleksi dan Penguatan Organisasi
Sebelum pelaksanaan pembekalan ini, Pimpinan Harian serta Ketua-Ketua Majelis Muhammadiyah Malaysia periode 2025-2027 yang baru telah melalui serangkaian proses penting. Mereka menjalani wawancara ketat yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Proses ini merupakan persyaratan organisasi yang harus dipenuhi oleh setiap calon pemimpin.
Wawancara tersebut berfungsi sebagai mekanisme seleksi untuk memastikan bahwa individu yang terpilih memiliki kapasitas, integritas, dan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Muhammadiyah. Ini juga menjadi bagian dari upaya PP Muhammadiyah untuk memastikan kualitas kepemimpinan di seluruh cabang istimewa. Dengan demikian, setiap pemimpin yang menjabat telah teruji dan siap mengemban amanah.
Langkah-langkah prosedural seperti wawancara ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam membangun struktur organisasi yang kuat dan profesional. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga di cabang-cabang istimewa di luar negeri seperti Malaysia. Dengan fondasi kepemimpinan yang solid, diharapkan PCIM dan PCIA Malaysia dapat terus berkontribusi secara signifikan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Sumber: AntaraNews