Potret Kerusakan Dampak Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tapanuli Utara
Gempa bumi ini membuat beberapa bagian bangunan sekolah di Kecamatan Pahae Julu ambruk.
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (18/3) sekitar pukul 05.22 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa ini bermagnitudo 5,5. Gempa bumi ini membuat beberapa bagian bangunan sekolah di Kecamatan Pahae Julu ambruk.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa yang mengguncang Tapanuli Utara berjenis double earthquake. Parameter gempa pertama bermagnitudo 5,5. Kemudian, parameter gempa kedua bermagnitudo 5,6.
“Ini adalah dua peristiwa gempa bumi yang memiliki magnitudo hampir sama. Ini terjadi dalam waktu dan lokasi pusat gempa yang relatif berdekatan,” katanya, Selasa (18/3).
Daryono menjelaskan selisih waktu dan jarak kedua gempa hanya berselisih 56 detik. Sedangkan selisih jarak kedua pusat gempa hanya 9 kilometer.
“Gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dipicu aktivitas sesar aktif. Sumber pembangkit gempa yaitu Sesar Besar Sumatra (The Sumatran Fault Zone) segmen Toru,” jelasnya.
Daryono juga mengatakan gempa susulan terjadi empat kali hingga pukul 07.10 WIB dengan maksimal magnitudo 3,4. Gempa turut memicu longsor di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu.
“Gempa memicu longsoran yang menimpa dua rumah warga. Sementara di Desa Lobupining Kecamatan Adiankoting gempa menimbulkan kerusakan beberapa rumah,” ujarnya.