Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tapanuli Utara, Satu Jiwa Meninggal
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menyebabkan satu korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Selasa, 18 Maret 2025, pukul 05.22:40 WIB. Bencana alam ini telah mengakibatkan satu orang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan rumahnya di Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu.
"Akibat guncangan gempa bumi, satu orang meninggal dunia dan sudah dibawa ke Puskesmas terdekat," ungkap Pj Sekda David dikutip dari Antara, Selasa (18/3).
Gempa bumi tersebut juga menimbulkan kerusakan infrastruktur. Seperti rumah huni dan bangunan sekolah.
Tidak hanya itu, gempa juga menyebabkan longsor di dua titik di jalan lintas Pahae Julu, sehingga akses jalan sempat terputus.
Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, sekitar 17 kilometer Tenggara Tapanuli Utara. Berdasarkan informasi yang diperoleh, gempa disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di daerah tersebut. Getaran gempa bahkan dirasakan hingga ke beberapa wilayah di Malaysia, menunjukkan kekuatan gempa yang cukup signifikan.
Upaya Penanganan Bencana
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah bergerak cepat dalam menanggapi bencana gempa bumi ini. Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan yang terputus. Pendataan dampak bencana juga tengah dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat dan efektif kepada para korban.
Selain itu, tim medis juga memberikan perawatan intensif korban luka di Puskesmas Onanhasang. Upaya evakuasi dan penyelamatan korban juga telah dilakukan, memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di reruntuhan bangunan. Proses pemulihan pasca-bencana ini memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga terkait.
Kejadian gempa bumi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi bencana, seperti membangun rumah tahan gempa dan mengetahui jalur evakuasi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak buruk dari bencana alam dapat diminimalisir.