Potret Banjir Kepung Jabodetabek, di Bekasi Sampai Atap Rumah
Banjir melanda Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (4/2).
Banjir melanda Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (4/2). Ketinggian banjir bervariatif. Di Bekasi, ketinggian banjir mencapai atap rumah warga.
Femmy, warga Gereja GPIB Menara Kasih yang beralamatkan di Jl. Swatantra V No.55, RT.4/RW.4, Jatirasa, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat mengaku lokasinya terdampak banjir. Berdasarkan foto diterima redaksi, terlihat ketinggian air mencapai genteng atap rumah.
"Mobil-mobil sudah terendam," ucap Femmy kepada awak media, Selasa (4/3).
Femmy menjelaskan, lokasi Gereja GPIB Menara Kasih terletak di kawasan Perumahan Villa Nusa Indah 1.
Senada dengan itu, Pesantren Al-Kautsar atau Rumah Qur'an Al-Kautsar yang masih di kawasan tersebut juga mengalami nasib serupa.
Menurut Hakim selaku Mudir atau Kepala dari pondok pesantren tersebut, kondisi saat ini ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.
Hakim pun membuktikan dengan sejumlah dokumentasi berupa foto dan video. Menurut dia, sampai pagi ini sekira pukul 08.00 WIB belum ada bantuan tiba.
"Kondisi air setinggi dada orang dewasa, belum ada bantuan," kata Hakim melalui sambungan telepon.
Berdasarkan foto dikirimkan warga yang tinggal di Vila Nusa Indah, banjir menggenang hingga setinggi ring basket.
"Kondisi di Vila Nusa Indah Bekasi," tulis Nida.
Banjir di Depok
Sejumlah kawasan di Depok dilanda banjir sejak Senin (3/3) malam hingga Selasa (4/3) dini hari. Warga terpaksa sahur di tengah genangan air yang mencapai dada orang dewasa.
Ketinggian air mencapai satu meter lebih. Banjir disebabkan tingginya curah hujan yang melanda Depok.
Dari informasi yang didapat, banjir terjadi di area parkir gedung DPRD Depok, dan RT 04 RW 04 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos. Banjir juga terjadi di RT 04 RW 04 Sawangan yang menyebabkan satu rumah hancur akibat hujan deras disertai angin kencang.
Banjir juga terpantau di Perumahan Sawangan Asri dengan ketinggian air hingga 1,5 meter. Sejumlah warga yang terjebak dalam rumah dan akhirnya dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok menggunakan perahu karet.
Sementara itu banjir juga terjadi di Jalan Pitara Gang Bakti RT 04/RW 15 Pancoran Mas.Adit, warga RT 04 RW 04 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos mengatakan banjir disebabkan air kali yang meluap.
Banjir juga diakibatkan intensitas hujan tinggi sejak semalam membuat air tidak dapat tertampung di kali.
"Air dari kali meluap. Hujannya juga lumayan awet, kalau hujan gede jadi cepat banjirnya," kata Adit saat diwawancara, Selasa (4/3).
Banjir kerap melanda kawasan ini jika hujan deras selama satu jam. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
"Kalau hujan deras sekitar 1-2 jam masuk air dan banjir. Ketinggian 50 cm sekitar sebetis," ujarnya.
Sejumlah Perumahan di Bogor Terendam Banjir
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor juga terendam banjir pada Selasa pagi. Di Perumahan Pesona Prima Cikahuripan 5 Klapanunggal misalnya, mulai diterjang banjir sejak dini hari.
Ketinggian banjir mencapai 50 centimer. Kondisi serupa juga terjadi di Perumahan Kahuripan Mas, Pesona Kahuripan 3, hingga Pesona Kahuripan 4. Banjir ini membuat aktivitas warga terganggu.
Sementara di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, banjir sudah terjadi sejak Senin, 3 Maret 2025. Sejumlah jembatan hancur diterjang derasnya air akibat hujan yang melanda kawasan tersebut. Cisarua berada di ketinggian 951 MDPL.
BPBD Kabupaten Bogor menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, terdapat empat korban luka ringan yang langsung dibawa ke RSPG dr Goenawan untuk menerima penanganan medis.
Banjir di Tangerang
Banjir juga merendam sejumlah wilayah di Tangerang. Salah satu yang terparah berada di perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Dari penuturan warga perumahan tersebut menyebut jika banjir yang terjadi di perumahan itu terjadi akibat luapan kali akibat intensitas hujan tinggi sejak semalam.
"Pagi ini air masih cukup tinggi, akses jalan belum bisa dilalui,” kata Iman, Selasa (4/3).
Tak hanya di area pemukiman warga, banjir juga menggenangi kawasan Jalan Raya Ceger hingga 50 cm, membuat pengendara terpaksa memutar arah kendaraannya guna menghindari kerusakaan pada mesin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menyebutkan ada 11 titik lokasi banjir yang dilaporkan petugas lapangan sejak pukul 23.20 WIB hingga pukul 04.25 WIB tadi.
"Perum Pondok Maharta tinggi muka air mencapai 120 sentimeter," ungkap Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan.
Banjir di perumahan Pondok Maharta terjadi di wilayah RW 09 dan 10, Kelurahan Pondok Kacang Timur dengan ketinggian air mulai 30 sentimeter hingga 1,2 meter yang berdampak terhadap 650 Kepala Keluarga.
Sementara di perumahan Taman Mangu, Kelurahan Jurangmangu Barat, terdata 400 KK terdampak dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.
“Kemudian Perum Pamulang Asri 2 RW 9, Serua Indah, Kecamatan Ciputat, tinggi muka air 20-70 sentimeter menyebabkan 180 KK terdampak dan di perumahan Graha Mas RT 07, 08 RW 12 Jelupang Kecamatan Serpong Utara, tinggi muka air 30-50 sentimeter ada 100 KK terdampak," ucap Dian.
Warga di Kebon Pala Terendam Banjir 2 Meter
Di Jakarta, banjir mencapai dua meter. BPBD Jakarta mencatat genangan terjadi di 62 RT dan 4 ruas jalan. Di Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, banjir tak kunjung surut hingga menyebabkan aktivitas warga terganggu.
Terlihat sejak pukul 08.00 WIB, warga bolak balik menyelamatkan pakaian dan dokumen pentingnya dari rumah ke permukiman atas. Untuk menuju ke rumahnya pun ada yang harus menggunakan perahu karet atau baju pelampung.
"Ya begini, kalau mau ke mana-mana harus basah, pakai perahu karet, makin ke sana makin dalam soalnya. Yang mau kerja jadi terhambat juga kan keluarnya, motor di parkir di atas," kata Ketua RT 12/RW 04, Rukimah (53) saat ditemui di lokasi, Jakarta Timur, Selasa.
Terlihat beberapa warga masih bertahan di rumahnya. Petugas terus berusaha mengevakuasi warga yang hendak pindah ke pengungsian ataupun yang mau ke rumahnya untuk mengambil barang bawaannya.
Tim dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersiaga dengan perahu karet untuk mengevakuasi warga.
Sementara, ada beberapa warga korban banjir yang mengungsi ke SDN 01 Kampung Melayu. Mereka yang mengungsi mayoritas ibu-ibu, anak-anak, dan lanjut usia (lansia).