Polri dan Warga Bersinergi Bersihkan Jalan Desa Terdampak Longsor di Aceh Tengah
Personel gabungan Polri bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan jalan desa di Aceh Tengah yang lumpuh akibat longsor, mempercepat pemulihan akses vital pascabencana.
Personel gabungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari Polsek Silih Nara, Polres Aceh Tengah, bersama Brimob Polda Aceh dan masyarakat setempat, bergotong-royong membersihkan jalan desa. Upaya ini dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah untuk mengatasi dampak bencana longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Kegiatan pembersihan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, menyatakan bahwa pembersihan jalan desa dari material longsor sangat penting. Lokasi pembersihan difokuskan di Kampung Burni Bius Baru, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Jalan ini merupakan akses transportasi vital bagi masyarakat setempat, terutama untuk kegiatan perekonomian seperti membawa hasil perkebunan dan pertanian.
Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada akhir November 2025 turut berdampak signifikan. Jalan di Kampung Burni Bius Baru sempat tertutup total oleh material longsor, sehingga tidak dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Kini, dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan akses jalan dapat segera normal kembali.
Upaya Pemulihan Akses Vital Pascabencana
Gotong-royong pembersihan material longsor ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Polri dan warga sekitar. Fokus utama kegiatan adalah membersihkan tanah dan batang pohon tumbang yang menutupi badan jalan. Partisipasi aktif masyarakat setempat sangat membantu dalam mempercepat proses pembersihan ini.
Selain badan jalan, personel gabungan Polri juga membersihkan gorong-gorong atau parit di bahu jalan yang tersumbat. Pembersihan parit ini krusial untuk memastikan aliran air saat hujan tidak meluap dan menggenangi badan jalan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi agar tidak terjadi masalah serupa di kemudian hari.
AKBP Muhamad Taufiq menegaskan bahwa pembersihan material longsor ini merupakan bentuk dukungan kepolisian. Tujuannya adalah membantu masyarakat guna mempercepat pemulihan pascabencana. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Membangun Solidaritas dan Mempercepat Pemulihan Ekonomi
Akses jalan yang kembali normal memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Dengan lancarnya transportasi, aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga dapat berjalan tanpa hambatan. Terutama bagi petani dan pekebun yang bergantung pada jalan tersebut untuk mendistribusikan hasil panen mereka.
Kapolres berharap akses jalan dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat. Hal ini tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas di tengah masyarakat. Sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pascabencana.
Kegiatan gotong-royong ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat mengatasi kesulitan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Polri dan masyarakat Aceh Tengah patut diapresiasi. Diharapkan, pemulihan wilayah terdampak bencana dapat berjalan optimal dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Sumber: AntaraNews