Polres Garut Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Urai Kepadatan Bandung-Tasikmalaya
Kepolisian Resor Garut memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas satu arah dari Bandung menuju Tasikmalaya guna mengatasi kepadatan kendaraan di jalur nasional Limbangan-Malangbong.
Kepolisian Resor Garut telah memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas satu arah pada Minggu, 15 Maret, di jalur nasional Limbangan-Malangbong. Kebijakan ini diterapkan secara situasional untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang signifikan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap volume kendaraan yang meningkat drastis.
Sistem satu arah ini difokuskan untuk kendaraan yang melintas dari arah Bandung menuju Tasikmalaya. Penerapan dilakukan berdasarkan pantauan kondisi lalu lintas di lapangan oleh petugas. Sejumlah personel kepolisian telah disiagakan di pos pengamanan dan titik rawan kemacetan.
Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menjelaskan bahwa rekayasa ini perlu dilakukan. Jalur nasional Garut merupakan penghubung vital dari Bandung ke Tasikmalaya dan daerah lain seperti Jawa Tengah. Pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Penerapan Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Garut
Sistem satu arah di jalur Limbangan-Malangbong telah diberlakukan sebanyak tiga kali pada hari tersebut guna optimalisasi arus. Pelaksanaan pertama berlangsung dari pukul 09.40 WIB hingga 10.00 WIB, dengan durasi sekitar 20 menit. Titik penahanan kendaraan saat itu berada di persimpangan Selaawi, memastikan kendaraan bergerak teratur.
Rekayasa lalu lintas ini kemudian dilanjutkan pada pukul 10.15 WIB sampai 10.30 WIB. Pada sesi kedua ini, penahanan kendaraan difokuskan di SPBU Bandrek. Durasi penerapan satu arah pada waktu tersebut adalah sekitar 15 menit, membantu mengurangi antrean.
Sesi terakhir pemberlakuan sistem satu arah tercatat dari pukul 11.40 WIB hingga 12.00 WIB. Titik penahanan terakhir berada di area Polsek Limbangan, dengan durasi sekitar 20 menit. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari manajemen lalu lintas yang komprehensif.
Petugas di lapangan terus memantau kondisi arus kendaraan secara real-time untuk menyesuaikan kebijakan. Tujuan utama dari penerapan rekayasa lalu lintas ini adalah untuk memastikan kelancaran perjalanan. Ini juga untuk meminimalkan potensi kemacetan parah di jalur padat tersebut.
Pentingnya Kepatuhan dan Keselamatan Berkendara di Jalur Garut
AKBP Yugi Bayu Hendarto menekankan bahwa rekayasa lalu lintas ini adalah langkah proaktif. Peningkatan volume kendaraan, terutama pada akhir pekan atau momen tertentu, sering menyebabkan kepadatan. Kebijakan satu arah menjadi solusi efektif dalam kondisi darurat.
Jalur nasional di Garut ini memiliki peran strategis sebagai koridor transportasi utama. Ia menghubungkan wilayah barat seperti Bandung dengan daerah timur seperti Tasikmalaya dan Jawa Tengah. Kelancaran di jalur ini sangat vital untuk perekonomian dan mobilitas regional.
Kapolres Garut mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan kewaspadaan dan keselamatan. Kepatuhan terhadap arahan dari petugas di lapangan sangatlah penting untuk menjaga ketertiban. Ini juga membantu mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Pengguna jalan diharapkan dapat bersabar dan mengikuti seluruh petunjuk yang diberikan oleh petugas. Tujuannya adalah agar arus lalu lintas tetap aman, tertib, dan lancar bagi semua pihak. Kerja sama dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan manajemen lalu lintas ini.
Sumber: AntaraNews