Penutupan Rakernas I, PDIP Paparkan 8 Tantangan Indonesia di 2026
Masalah ekonomi sistemik yang dihadapi sangat serius, mencakup keterbatasan fiskal, utang luar negeri menumpuk, korupsi, serta proses deindustrialisasi.
PDI Perjuangan secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta. Dalam acara tersebut, partai yang memiliki lambang banteng moncong putih ini merumuskan berbagai tantangan besar yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia di masa mendatang.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, menyampaikan hasil rekomendasi dari Rakernas I pada saat penutupan acara di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada Senin (12/1/2026).
"PDI Perjuangan menyadari bahwa tantangan di masa depan tidaklah mudah, mengingat banyaknya tantangan yang saling berkaitan satu sama lain," ungkap Jamaluddin.
Ia menjelaskan bahwa tantangan tersebut dimulai dari krisis keteladanan dalam bernegara, yang disebabkan oleh menurunnya etika dan perilaku dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, bangsa Indonesia juga menghadapi bencana ekologis dan malapetaka akibat kebijakan tata ruang yang keliru, konversi hutan yang tidak terkontrol, serta praktik industrialisasi ekonomi yang ekstraktif.
"Tantangan selanjutnya adalah runtuhnya supremasi hukum yang membuat hukum kehilangan nilai kemanusiaan yang beradab," kata Jamaluddin.
Ia juga menambahkan bahwa masalah lain yang tak kalah serius adalah tantangan ekonomi sistemik, yang mencakup keterbatasan fiskal, penumpukan utang luar negeri, praktik korupsi, dan proses deindustrialisasi yang berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan.
Praktik Otoritarianisme Populis Jadi Tantangan Bagi Demokrasi Saat Ini
Jamaluddin mengungkapkan bahwa otoritarianisme populis menjadi salah satu tantangan signifikan bagi demokrasi. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini ditandai dengan penekanan terhadap suara-suara kritis, pengabaian terhadap mekanisme check and balances, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh negara.
Lebih lanjut, ia menegaskan, "Terjadi pelanggaran terhadap tata kelola pemerintahan yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat." Hal ini menunjukkan bahwa ada masalah mendasar dalam sistem politik yang perlu diatasi.
Jamaluddin juga menyebutkan tantangan lainnya, yaitu pertarungan geopolitik global yang menghidupkan kembali gejala neo-otoritarianisme dan neo-imperialisme, yang berpotensi mengganggu kedaulatan serta arah pembangunan nasional. Ini menjadi perhatian serius yang harus dihadapi oleh semua pihak terkait.
Walaupun demikian, PDI Perjuangan percaya bahwa semua tantangan ini bisa dihadapi dengan semangat dan tema Rakernas I.
"Satyam Eva Jayate: Di Sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya," tegasnya, yang menunjukkan keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang," tutup Jamaluddin.