Peningkatan Pendidikan Deli Serdang: Bupati Soroti Kualitas Belajar dan Kolaborasi Semua Pihak
Bupati Deli Serdang, Asri Luddin Tambunan, menekankan Peningkatan Pendidikan Deli Serdang butuh partisipasi seluruh elemen masyarakat. Ia soroti kualitas belajar dan infrastruktur sekolah yang memprihatinkan.
Lubuk Pakam, Deli Serdang – Kualitas pendidikan di Kabupaten Deli Serdang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Deli Serdang, Asri Luddin Tambunan, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lubuk Pakam.
Menurut Bupati, pendidikan bermutu harus menjadi gerakan bersama untuk membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing. Ia menyoroti bahwa tantangan utama bukan sekadar pencapaian angka, tetapi lebih kepada kualitas proses belajar mengajar di dalam kelas.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sangat krusial dalam mewujudkan tujuan Peningkatan Pendidikan Deli Serdang. Fokus utama adalah pada kemampuan bernalar siswa serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang masih memerlukan perhatian.
Tantangan Kualitas Belajar dan Infrastruktur Pendidikan Deli Serdang
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menghadapi beberapa tantangan signifikan dalam upaya Peningkatan Pendidikan Deli Serdang. Salah satu isu krusial yang disoroti Bupati adalah masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca, yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan perlunya fokus lebih dalam pada kualitas fundamental proses belajar.
Selain kualitas pembelajaran, kondisi sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi sorotan. Dari total 5.965 ruang kelas sekolah negeri yang ada, sebanyak 906 ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kondisi ini tentu mempengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar bagi para siswa.
Kerusakan infrastruktur ini memerlukan penanganan segera untuk memastikan lingkungan belajar yang kondusif. Pemkab Deli Serdang menyadari bahwa tanpa fasilitas yang memadai, upaya peningkatan kualitas pendidikan akan terhambat secara signifikan.
Strategi Pemkab Deli Serdang untuk Peningkatan Pendidikan
Menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan komprehensif. Upaya Peningkatan Pendidikan Deli Serdang dilakukan melalui revitalisasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru, serta penambahan ruang kelas baru. Selain itu, rehabilitasi sarana dan prasarana juga menjadi prioritas.
Dukungan pendanaan untuk program-program ini berasal dari berbagai sumber, termasuk APBN, APBD, bantuan provinsi, program CSR, hingga partisipasi aktif dari masyarakat. Langkah strategis lainnya adalah peningkatan akses pendidikan melalui program regrouping sekolah. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 32 SD telah di-regrouping, dan pada tahun 2026, direncanakan akan bertambah menjadi 39 SD.
Pemkab juga memperkuat dukungan kepada siswa melalui pemberian beasiswa kepada 900 siswa SD, 3.551 siswa SMP, serta 670 peserta pendidikan nonformal (PNF). Program ini juga disertai dengan bantuan perlengkapan sekolah untuk memastikan semua siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Peningkatan Tata Kelola dan Lingkungan Belajar
Dalam aspek tata kelola, Pemkab Deli Serdang mendorong peningkatan disiplin dan kinerja tenaga pendidik. Hal ini diwujudkan melalui penerapan jam kerja 37,5 jam per minggu dan kewajiban mengajar selama 27 jam. Sistem presensi daring juga turut berkontribusi dalam meningkatkan tingkat kehadiran guru hingga mencapai 96,4 persen, dengan pengawasan rutin setiap pekan.
Komitmen terhadap integritas juga diperkuat melalui penerapan Pakta Integritas Anti Gratifikasi, yang secara tegas melarang guru menerima hadiah dari orang tua atau wali murid. Ini bertujuan untuk menjaga profesionalisme dan etika dalam lingkungan pendidikan.
Selain itu, Peningkatan Pendidikan Deli Serdang juga mencakup kualitas lingkungan belajar melalui program Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah). Program ini meliputi pencegahan kekerasan dan bullying, penyediaan kantin sehat, penguatan kegiatan religius, serta program Adiwiyata. Saat ini, sebanyak 350 sekolah telah terdaftar dalam sistem Adiwiyata, menunjukkan komitmen terhadap lingkungan sekolah yang holistik.
Sumber: AntaraNews