Pemkab Abdya Catat Rekor MURI Dunia Bakar Leumang Terbanyak
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mencatatkan Rekor MURI Dunia setelah membakar belasan ribu leumang dan menyajikan puluhan ribu tape secara massal, sebuah prestasi yang juga memeriahkan HUT ke-24 Abdya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah menorehkan sejarah baru dengan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) tingkat dunia. Pencapaian ini diraih melalui kegiatan pembakaran leumang (lemang) dan penyajian tape secara massal dalam jumlah fantastis. Event kolosal ini tidak hanya menjadi ajang pemecahan rekor, tetapi juga merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 kabupaten berjuluk Breuh Sigupai tersebut.
Sebanyak 15.178 batang leumang berhasil dibakar dan 27.100 bungkus tape disajikan dalam acara yang berlangsung meriah. Kegiatan ini dipusatkan di Bantaran Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie, Abdya, pada Sabtu, 25 April. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Abdya dalam melestarikan budaya lokal.
Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, secara langsung menganugerahkan sertifikat rekor tersebut kepada Bupati Abdya, Safaruddin, didampingi Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandi. Verifikasi ketat dilakukan oleh tim MURI untuk memastikan jumlah leumang dan tape yang disajikan memenuhi kriteria rekor dunia.
Abdya Pecahkan Rekor Dunia Sajian Kuliner Tradisional
Tim MURI telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap sajian leumang dan tape yang diklaim sebagai yang terbanyak di Indonesia. Dari hasil perhitungan, tercatat 15.178 batang leumang dibakar secara massal dan 27.100 bungkus tape disajikan bersama-sama. Lutfi Syah Pradana, perwakilan MURI, menegaskan bahwa kegiatan ini resmi dicatatkan sebagai rekor dunia.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Pemkab Abdya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang terlibat aktif. Sertifikat rekor MURI diserahkan langsung kepada Bupati Abdya Safaruddin, yang turut didampingi oleh Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi. Perayaan ini menjadi bukti nyata potensi kuliner tradisional Aceh yang mampu menarik perhatian dunia.
Kegiatan yang diberi nama tradisi budaya “Meuseuraya Toet Leumang” ini merupakan inisiatif Pemkab Abdya untuk mengangkat kuliner khas daerah ke tingkat nasional bahkan internasional. Selain itu, acara ini juga dirancang untuk memperingati HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya.
Dampak Ekonomi dan Semangat Kebersamaan Masyarakat
Bupati Abdya, Safaruddin, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga dalam menyukseskan acara pemecahan Rekor MURI Bakar Leumang ini. Ia menekankan bahwa perayaan ini harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat kecil. Bahan baku seperti bambu, ketan, dan kelapa, semuanya diserap dari hasil petani lokal Abdya, menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
Safaruddin juga mengingatkan agar kegiatan kolosal ini tidak hanya menjadi event seremonial belaka, melainkan harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara cuma-cuma. Ia menginstruksikan agar seluruh leumang yang dibakar dibagikan dan dinikmati bersama rakyat, sebagai wujud syukur atas usia kabupaten yang ke-24. Ini adalah pesta rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat, yang memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong.
Perayaan HUT ke-24 Abdya ini dirancang untuk melampaui kegiatan seremonial, dengan menitikberatkan pada dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Berbagai agenda yang disiapkan berhasil menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat desa. Hal ini juga menjadi sarana promosi potensi daerah secara lebih luas, termasuk kuliner tradisional yang menjadi identitas Abdya.
Sumber: AntaraNews