Fantastis! Tanah Laut Pecahkan Rekor MURI dengan Terbangkan 900 Layangan Dandang Tradisional, Terbanyak di Dunia!
Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, berhasil mencetak Rekor MURI Layangan Tanah Laut dengan menerbangkan 900 layangan tradisional Dandang. Bagaimana festival ini sukses memecahkan rekor dunia?
Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, baru saja mengukir sejarah dengan memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yang menakjubkan. Sebanyak 900 layang-layang tradisional jenis Dandang berhasil diterbangkan secara serentak dalam sebuah festival megah.
Peristiwa monumental ini berlangsung pada Minggu, 31 Agustus, di Pantai Batakan Baru, Tanah Laut, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Festival Layang-Layang Dandang 2025 menjadi panggung utama pencapaian rekor dunia ini.
Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan ini, yang tidak hanya melestarikan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini juga menjadi komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi pariwisata serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Pencapaian Rekor Dunia dan Antusiasme Peserta
Pencapaian Rekor MURI Layangan Tanah Laut ini melampaui ekspektasi panitia yang semula hanya menargetkan 500 layangan. Namun, antusiasme peserta yang luar biasa membuat jumlah layangan yang diterbangkan mencapai 900, menjadikannya yang terbanyak di Indonesia bahkan di dunia.
Rahmat Trianto menekankan bahwa festival ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya tradisional. Ratusan layang-layang dengan berbagai jenis dan ukuran memeriahkan langit Pantai Batakan Baru, menciptakan pemandangan yang spektakuler.
Peserta festival tidak hanya datang dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, tetapi juga dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Bahkan, festival ini menarik perhatian peserta internasional dari Malaysia, Singapura, dan Prancis, menunjukkan daya tarik global dari Festival Layangan Dandang ini.
Dampak Ekonomi dan Komitmen Pelestarian Budaya
Dinas Pariwisata Tanah Laut berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian masyarakat lokal. Terutama, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan dapat merasakan peningkatan pendapatan berkat keramaian festival.
Bupati Rahmat Trianto menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang seni dan budaya, melainkan juga strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi pariwisata. Dengan menarik wisatawan lokal dan mancanegara, Tanah Laut berupaya mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budayanya.
Komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata tidak berhenti di sini. Rahmat Trianto menyatakan kesiapannya untuk kembali menggelar agenda serupa di masa mendatang, bahkan dengan target pemecahan rekor yang lebih besar, mencapai ribuan layang-layang jika diperlukan.
Validasi MURI dan Penghargaan Festival
Setelah pembukaan festival, perwakilan dari MURI Jakarta segera melakukan proses validasi data jumlah layangan yang diterbangkan. Proses ini memastikan keabsahan pencapaian Rekor MURI Layangan Tanah Laut yang telah diukir.
Validasi data yang cermat ini kemudian dilanjutkan dengan penginputan dan pengesahan rekor MURI secara resmi pada sore hari penutupan festival. Pengesahan ini menjadi puncak dari kerja keras dan partisipasi seluruh pihak yang terlibat.
Selain pencatatan rekor, festival ini juga menyelenggarakan lomba bagi para peserta. Sebanyak 15 peserta terbaik berhasil memenangkan kompetisi dan diberikan hadiah serta penghargaan atas kreativitas dan keterampilan mereka dalam menerbangkan layang-layang.
Sumber: AntaraNews