PB XIV Purbaya Berbagi Zakat Fitrah, Ada Beras Bertuliskan Hutomo Mandala Putra
Setelah dibuka, ada tulisan 'Hutomo Mandala Putra' pada plastik kemasan beras.
Paku Buwono (PB) XIV Purboyo membagikan hajat dalem zakat fitrah berupa beras, minyak goreng, sirup, kue kering, mi instan dan uang Rp.14.000 kepada para abdi dalem hingga masyarakat sekitar di Kelurahan Baluwarti, Selasa (17/3).
Ada yang menyita perhatian dalam bingkisan yang terbungkus tas kain. Setelah dibuka, ada tulisan 'Hutomo Mandala Putra' pada plastik kemasan beras.
Nama tersebut dikenal di masyarakat sebagai putra mendiang Presiden ke-2 Soeharto. Hutomo Mandala Putra atau lebih akrab disapa Tommy Soeharto selama ini dikenal sebagai pebisnis sukses tanah air.
Juru bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonegoro membenarkan ihwal bingkisan bertuliskan Hutomo Mandala Putra.
Menurut dia, Tommy Soeharto memang ikut menyumbang sembako dalam kegiatan tahunan menjelang Idul Fitri. Tak hanya Tommy, ada juga putra musisi Ahmad Dhani, El Rumi (Ahmad Jalaluddin Rumi) yang juga ikut menyumbang sembako.
“Sembako ini untuk acara-acara keraton disengkuyung bersama-sama. Termasuk bantuan sembako dari Mas Tommy Soeharto. Beliau juga bagian dari keluarga Keraton Solo. Selain Mas Tommy, juga ada El Rumi. El berupa sembako yang warna biru,” ujar Singonegoro saat dihubungi awak media.
Singonegoro menegaskan, pembagian zakat fitrah tersebut sekali tidak ada kaitannya dengan dana hibah dari pemerintah.
Donasi berupa sembako untuk abdi dalem tersebut merupakan bagian dari bentuk dukungan keluarga besar untuk Keraton Surakarta.
"Jadi memang tidak ada sangkut pautnya dengan hibah. Ini bagian dari support sentono Keraton Surakarta. Ini dari internal kita sudah dari dulu seperti ini," ungkapnya.
1.000 Sembako Dibagikan
Putri PB XIII, G.K.R.P. Timoer Rumbai Kusuma Dewayani menambahkan, kegiatan pembagian zakat fitrah pertama kalinya dilakukan PB XIV Purboyo.
Menurut dia, ada 1.000 lebih sembako yang dibagikan untuk para abdi. Mereka ini ada yang bekerja di lingkungan keraton dan di luar keraton.
Terkait nominal uang fitrah yang dibagikan senilai Rp 14.000, Timoer menyebut bahwa itu sesuai dengan kemampuan keraton dan disesuaikan dengan nama Raja Paku Buwono ke-14.
"Ini juga kemampuan kami hanya Rp 14.000 tidak bisa lebih dari itu. Karena melihat kondisi keraton juga seperti ini. Ini dana pribadi, seperti kita ketahui bahwa sekarang dana-dana dari Pemkot maupun Pemprov juga belum turun. Jadi ini memang dana pribadi,” ungkapnya.