Pasutri di Bekasi sempat Cekcok, Suasana Hening Usai Terdengar Benturan pada Tembok
Pasutri tersebut baru 11 bulan mengontrak. Saat ditemukan, kondisi jenazah kedua korban sudah membusuk.
Pasangan suami istri (pasutri) yang ditemukan tewas di dalam rumah kontrakan di Kampung Jati Warung Kobak RT 01 RW 01, Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, diketahui sebelumnya sempat terlibat cekcok.
Tomi (26), tetangga pasutri berinisial YM (25) dan DS (24) itu sempat mendengar suara benturan keras di dinding kontrakan. Setelah itu dia tidak mendengar suara apa pun dari kontrakan pasutri tersebut.
"Cuma dengar suara kayak bentur-bentur tembok jam 9-an hari Minggu malam Senin, setelah itu enggak ada aktivitas apa-apa," kata Tomi, Selasa (25/2).
Tomi tidak mengetahui jika pasutri yang baru 11 bulan mengontrak di lokasi tersebut memiliki masalah rumah tangga hingga terjadi cekcok. Karena pasutri muda itu selalu tertutup.
"Kurang tahu kalau soal itu, karena kurang berbaur sama kanan kiri (tetangganya), tertutup," ucapnya.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa mengatakan, dari keterangan saksi-saksi menyebutkan beberapa hari sebelum ditemukan tewas pasangan suami istri YM dan DS sempat terlibat cekcok. Namun pihaknya belum mengetahui penyebab cekcok rumah tangga tersebut.
"Untuk motif sebenarnya memang dari hasil pemeriksaan saksi di TKP memang beberapa hari yang lalu antara korban YM dan DS ini sempat terjadi cekcok, sementara kami dalami, apa karena ekonomi atau apa kami tidak tahu, yang jelas korban sudah ditemukan meninggal dalam kontrakan," ungkapnya.
Soal adanya dugaan YM bunuh diri usai membunuh DS, istrinya sendiri, Mustofa belum mau menduga-duga. Pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian pasutri tersebut.
"Dugaan sementara kalau dilihat dari TKP kan pintu kamar terkunci dari dalam, kemudian posisi korban atas nama YS ini di atas kasur ditutup selimut, posisi rapi di atas kasur, sementara suaminya di dalam kamar mandi posisi tergantung," katanya.
"Kita tidak mau menduga apakah mungkin setelah membunuh istrinya si suaminya gantung diri, kita belum bisa memastikan, kita memaksimalkan dari olah TKP, apakah korban DS dan korban suami YM, yang jelas dari keterangan saksi, mereka mengaku pasutri pada saat ngontrak di kontrakan tersebut," lanjut Mustofa.
Sebelumnya, warga Kampung Jati Warung Kobak digegerkan dengan penemuan jasad pasangan suami istri yang sudah membusuk di dalam rumah kontrakan, Selasa (25/2).
YM ditemukan dengan posisi tergantung di dalam kamar mandi. Sedangkan DS ditemukan sudah tidak bernyawa di atas kasur terbungkus selimut.