Nova Arianto Puas Daya Juang Timnas U17 Meski Takluk dari Brasil di Piala Dunia U17 2025
Pelatih Nova Arianto puas dengan daya juang Timnas U17 Indonesia meski kalah 0-4 dari Brasil, optimis peluang lolos ke babak selanjutnya masih terbuka.
Tim nasional Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor telak 0-4 dalam pertandingan kedua Grup H Piala Dunia U17 2025. Laga ini berlangsung di Aspire Academy, Doha, pada hari Jumat, namun pelatih Nova Arianto menyatakan kepuasannya terhadap semangat juang para pemainnya.
Meskipun menelan kekalahan, Nova Arianto melihat adanya peningkatan performa dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan Zambia. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan kerja keras para pemain untuk menghadapi laga penentuan yang akan datang.
Kekalahan ini menempatkan Timnas U17 Indonesia di posisi ketiga klasemen sementara Grup H dengan nol poin, setelah sebelumnya juga kalah 1-3 dari Zambia. Namun, peluang untuk melaju ke babak selanjutnya masih terbuka lebar.
Evaluasi Performa dan Strategi Pergantian Pemain
Pelatih Nova Arianto mengungkapkan kepuasannya terhadap usaha keras yang ditunjukkan oleh skuad Garuda Muda. "Ya, saya cukup senang ya dengan kerja keras mereka hari ini, soalnya ini pertandingan lebih baik daripada pertandingan kita lawan Zambia," ujar Nova kepada ANTARA setelah pertandingan.
Ia juga berharap para pemain dapat terus menampilkan semangat juang serupa di pertandingan berikutnya. "Dan saya mau pemain selalu menunjukkan effort seperti ini, dan selagi kita masih ada satu game lagi, dan bagaimana pun caranya saya minta kita bisa dapat tiga poin, agar peluang kita masih terbuka untuk lolos ke babak selanjutnya," tambahnya.
Dalam pertandingan melawan Brasil, Nova Arianto melakukan perubahan strategi dengan membangkucadangkan Muhammad Zahaby Gholy dan Mierza Firjatullah. Kedua pemain bertipe menyerang ini baru dimasukkan pada babak kedua sebagai upaya untuk mengubah dinamika permainan.
Nova menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari rencana awal untuk menghadapi agresivitas Brasil. "Memang itu menjadi rencana kita dari awal ya, bagaimana kita melihat Brasil kan cukup agresif ya dalam menyerang, dan saya melihat secara defense, Rafi, Evandra juga lebih baik daripada Gholi dan Mierza," kata Nova.
Ia menambahkan, "Dan kenapa saya pasang dulu (Adi) Dimas, dan Evandra, dan Rafi, karena sekali lagi kita ingin fokus ke defense dulu." Meskipun demikian, ia mengakui bahwa tim tetap kebobolan, namun masuknya Mierza, Gholy, dan Fandi Ahmad membuat serangan tim lebih hidup.
Peluang Lolos dan Pertandingan Penentu
Dengan dua kekalahan di tangan, Timnas U17 Indonesia masih memiliki satu pertandingan sisa di Grup H. Laga terakhir yang krusial ini akan mempertemukan Indonesia dengan Honduras pada hari Senin (10/11).
Secara matematis, peluang Timnas U17 untuk lolos ke babak 32 besar masih ada. Mereka bisa melaju sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup. Kemenangan atas Honduras menjadi harga mati untuk menjaga asa tersebut.
Fokus utama tim saat ini adalah meraih tiga poin penuh dari pertandingan terakhir. Hal ini akan menjadi kunci untuk membuka jalan Timnas U17 Indonesia menuju fase gugur turnamen bergengsi ini.
Sumber: AntaraNews