Menteri PU Sebut Butuh Waktu 8 Bulan Bangun Jembatan Permanen di Sumatra
Kementerian PU mempercepat pembangunan jembatan permanen di Sumatra untuk menggantikan jembatan darurat yang rawan rusak.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan proses pembangunan jembatan permanen di sejumlah wilayah Sumatra pascabencana terus dipercepat. Upaya ini dilakukan untuk menggantikan jembatan fungsional sementara yang berisiko mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, sejumlah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun dalam fase tanggap darurat kini mulai masuk tahap pengerjaan permanen.
“Ada beberapa jembatan fungsional yang hari ini sudah mulai progres mengarah ke tahapan ke permanen,” kata Dody dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga dan Konferensi Pers Progres Penanganan Bencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Jembatan Darurat Terbatas Beban
Dody menjelaskan, jembatan darurat sementara hanya dirancang menahan beban sekitar 10 hingga 20 ton. Namun dalam praktiknya, kendaraan logistik bertonase besar tetap melintas, terutama pada malam hari.
“Kalau sudah malam hari begitu banyak kebutuhan mulai dari BBM, LPG, beras dan seterusnya, kadang-kadang yang masuk itu di malam hari,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah telah menyosialisasikan batas maksimal kendaraan yang boleh melintas. Namun, kondisi darurat di lapangan membuat aturan tersebut kerap dilanggar demi kelancaran distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
Butuh Waktu 7–8 Bulan
Pembangunan jembatan permanen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan. Selama masa konstruksi berlangsung, Kementerian PU memastikan jembatan fungsional yang masih digunakan akan diawasi secara rutin.
“Waktu kami mengerjakan secara permanen, karena butuh waktu sekitar 7 sampai 8 bulan. Jembatan-jembatan fungsional ini secara berkala, secara dua mingguan kita cek strukturnya dan biasanya tiap dua minggu itu pasti kita harus lakukan perkuatan,” kata Dody.
Untuk menjaga keamanan dan kelayakan struktur, Kementerian PU juga melibatkan TNI dan Polri dalam proses pengawasan serta penguatan jembatan sementara.
Menurut Dody, percepatan pembangunan jembatan permanen menjadi langkah penting guna menekan risiko kerusakan yang lebih besar, terutama jika jembatan darurat terus dilintasi kendaraan berat.